10 Tahun Tak Tersentuh, Dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulut Kini Mulai Diguncang Partai Gerindra

Saturday, 13 June 2026, 20:16 pm

10 Tahun Tak Tersentuh, Dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulut Kini Mulai Diguncang Partai Gerindra

Wakil Wali Kota Rendy Mangkat resmi bergabung dengan Gerindra. Kartu Tanda Anggota (KTA) diserahkan langsung Ketua Gerindra Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam agenda Rakerda Gerindra Sulut, Sabtu, 23 Mei 2026.

Langkah politik Rendy langsung menyita perhatian publik. Selama ini, ia dikenal sebagai figur yang identik dengan Partai Golkar dan bagian dari kelompok politik “berdarah kuning” di Kotamobagu.

Namun Rendy bukan satu-satunya figur daerah yang kini masuk barisan Gerindra. Sebelumnya, Wali Kota Bitung Hengky Honandar juga dikabarkan telah bergabung dengan partai besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Di saat yang sama, pengaruh Gerindra di daerah juga terus menguat. Ketua DPC Gerindra Sitaro sekaligus Wakil Bupati Heronimus Makainas resmi ditunjuk dan dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Heronimus menggantikan bupati definitif sebelumnya, Chyntia Ingrid Kalangit, yang tersangkut kasus dugaan korupsi dana bantuan korban bencana Gunung Ruang.

Rangkaian peristiwa politik itu mulai dibaca sebagai sinyal konsolidasi besar Gerindra di Sulawesi Utara. Publik pun mulai mempertanyakan apakah dominasi panjang PDIP di Bumi Nyiur Melambai mulai memasuki fase ancaman serius.

Selama hampir 10 tahun terakhir, PDIP dikenal sebagai kekuatan politik paling dominan di Sulut. Pilkada dikuasai, kursi legislatif didominasi, dan banyak daerah berada dalam orbit politik partai banteng.

Kini situasinya mulai berubah.

Gerindra perlahan mengumpulkan kepala daerah, tokoh berpengaruh, hingga posisi strategis pemerintahan. Jika gelombang perpindahan elite politik ini terus membesar, maka untuk pertama kalinya dalam satu dekade, dominasi PDIP di Sulawesi Utara benar-benar bisa diguncang.

Pertanyaannya sekarang: apakah ini hanya perpindahan politik biasa, atau awal dari perubahan besar peta kekuasaan di Sulawesi Utara?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *