JAKARTA, SUARA RAKYAT NEWS – Polda Metro Jaya mengeluarkan peringatan keras terkait aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (12/6/2026). Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengeklaim telah mengidentifikasi adanya kelompok tertentu yang berniat menunggangi momentum unjuk rasa tersebut untuk memicu gangguan keamanan.
Dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Budi menegaskan bahwa Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) telah disebar secara masif untuk memonitor setiap pergerakan massa dan mencegah infiltrasi elemen-elemen provokator.
“Jangan Coba-Coba Bawa Barang Berbahaya”
Budi menjelaskan bahwa fokus utama aparat bukan untuk membungkam suara mahasiswa, melainkan memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun, ia memberikan peringatan tegas bagi pihak-pihak yang mencoba mendompleng aksi.
“Perlu kami tekankan bahwa Satgas Gakkum sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok tertentu yang akan mencoba bergabung atau mendompleng untuk membuat kegiatan lain yang mengganggu Kamtibmas,” ujar Budi.
Ia menambahkan, apabila ditemukan individu atau kelompok yang membawa barang-barang berbahaya—seperti senjata tajam, batu, atau alat pembakar—yang berpotensi merusak ketertiban umum, aparat akan langsung melakukan tindakan tegas tanpa toleransi.
Tuntutan Mahasiswa: Ekonomi Bangkrut & Korupsi MBG
Aksi hari ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional yang memburuk. Berdasarkan pantauan di lapangan, massa dari BEM Universitas Indonesia (UI) dan perguruan tinggi lainnya mengusung tema “Aksi Menuju Indonesia Bangkrut”.
Adapun lima tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa meliputi:
1. Hentikan Pemborosan APBN: Menyoroti kebocoran anggaran triliunan rupiah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok & BBM: Merespons kenaikan harga Pertamax hingga Rp 16.250/liter dan pelemahan Rupiah tembus Rp 18.000.
3. Usut Tuntas Korupsi MBG: Mendesak Kejaksaan Agung menjerat seluruh oknum pejabat BGN dan jaringan mafia dapur SPPG.
4. Batalkan Revisi UU Polri: Menolak pengesahan aturan baru yang dinilai memperpanjang masa jabatan Kapolri secara inkonstitusional.
5. Penegakan HAM: Mengkritisi sikap pemerintah yang dianggap abai terhadap pelanggaran hak asasi manusia.
Situasi di Lapangan: Longmarch Terhambat
Sejak pagi hari, ratusan mahasiswa telah berkumpul di area kampus UI Depok sebelum bergerak menuju Jakarta Pusat. Namun, perjalanan longmarch mereka sempat terhambat akibat penyekatan ketat oleh aparat kepolisian di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Dukuh Atas.
Meski demikian, massa tetap berhasil memadati Bundaran HI sejak siang hari. Kapolda Metro Jaya sebelumnya telah mengerahkan ribuan personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan jalur protokol dan mencegah kemacetan total di pusat ibu kota.
Polda Metro Jaya kembali mengimbau agar mahasiswa tetap menjaga kondusivitas dan menghormati hak pengguna jalan lainnya, sambil berjanji akan bertindak cepat jika ada upaya provokasi dari pihak luar yang ingin mengubah aksi damai menjadi anarkis.
WASPADA PENYUSUP, POLDA METRO JAYA KLAIM ADA KELOMPOK INGIN TUNGANGI DEMO MAHASISWA HARI INI
Saturday, 13 June 2026, 02:17 am



