Pernyataan Pigai Soal Begal Picu Polemik: HAM atau Keamanan Warga?

Monday, 15 June 2026, 09:30 am

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan aparat kepolisian tidak boleh menembak mati pelaku begal di tempat. Menurut dia, tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip hak asasi manusia.

Pigai menegaskan pelaku kejahatan seharusnya ditangkap untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Dari proses hukum itu, aparat dinilai dapat mengungkap jaringan, motif, serta kronologi tindak pidana secara lebih terbuka dan transparan.

Pernyataan tersebut langsung memicu polemik di tengah masyarakat. Di saat aksi begal masih kerap meresahkan warga di berbagai daerah, sebagian publik menilai tindakan tegas aparat diperlukan demi menjaga rasa aman masyarakat.

Namun di sisi lain, ada pula yang mendukung pandangan Pigai bahwa penegakan hukum tetap harus berjalan sesuai prosedur dan tidak mengabaikan hak asasi manusia, termasuk terhadap pelaku kejahatan.

Perdebatan pun melebar di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan keberpihakan negara terhadap korban begal, sementara lainnya menilai aparat memang harus mengedepankan proses hukum dibanding tindakan di luar prosedur.

Menurut Anda, ketika begal mengancam nyawa warga di jalanan, mana yang harus lebih diutamakan: hak pelaku atau keselamatan masyarakat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *