Prabowo Masih Sulit Ditandingi: Kepuasan Publik 68,2 Persen, Gerindra Dominan dan Elektabilitas 2029 Teratas

Monday, 15 June 2026, 10:10 am

SUARA RAKYAT NEWS — Di tengah tekanan ekonomi global, gejolak geopolitik internasional, dan berbagai tantangan pemerintahan tahun kedua, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap berada pada level tinggi.

Survei terbaru Adidaya Institute mencatat sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, 27,1 persen responden menyatakan tidak puas, sedangkan sisanya tidak memberikan jawaban.

Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, menilai angka tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan masih terjaga meski dunia sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi dan ancaman konflik geopolitik.

“Di tengah ancaman perang dan situasi ekonomi global yang semakin tidak pasti, tingkat kepuasan 68,2 persen merupakan capaian yang cukup baik. Ini menunjukkan masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada Presiden dan Wakil Presiden,” kata Fadhli.

Publik Percaya Agenda Antikorupsi

Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap tingginya tingkat kepuasan publik adalah kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sebanyak 68,8 persen responden menyatakan percaya pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja serius dalam memberantas korupsi. Sementara 62,5 persen responden menilai penegakan hukum saat ini berjalan secara adil.

Menurut Fadhli, temuan tersebut menjadi sinyal bahwa publik masih melihat pemerintah memiliki komitmen kuat dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Mayoritas masyarakat percaya pemerintah memiliki keseriusan dalam pemberantasan korupsi. Ini menjadi modal politik yang penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Ekonomi Dinilai Bergerak Positif

Survei juga menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi cenderung positif.

Sebanyak 61,1 persen responden mengaku kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara 59,6 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional mengalami perbaikan di bawah kepemimpinan Prabowo.

Temuan tersebut memperlihatkan adanya keterkaitan antara tingkat kepuasan terhadap pemerintah dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang mereka rasakan sehari-hari.

Selain itu, optimisme terhadap program swasembada pangan juga cukup tinggi. Sebanyak 68,6 persen responden meyakini target swasembada beras yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai pada 2026.

Purbaya Jadi Menteri Paling Direspons Positif

Dalam penilaian terhadap kabinet, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas sebagai menteri dengan kinerja terbaik.

Sebanyak 36,8 persen responden menyebut Purbaya sebagai menteri yang paling baik dalam menjalankan tugas dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Purbaya menjadi menteri dengan tingkat apresiasi tertinggi dari responden. Kinerjanya mendapatkan respons positif dari masyarakat,” kata Fadhli.

Gerindra Nikmati Efek Elektoral Pemerintahan

Tingginya kepuasan terhadap pemerintah juga tercermin pada peta elektabilitas partai politik.

Partai Gerindra memimpin dengan tingkat elektabilitas 30,5 persen. Jarak yang cukup lebar terlihat dengan pesaing terdekatnya, yakni PDIP yang memperoleh 11,5 persen dan PKS sebesar 9,1 persen.

Fadhli menilai capaian tersebut tidak terlepas dari persepsi positif masyarakat terhadap sejumlah program unggulan pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan program Cek Kesehatan Gratis.

“Keberhasilan program-program pemerintah ikut memberikan dampak positif terhadap posisi Gerindra sebagai partai pendukung utama pemerintahan,” ujarnya.

Prabowo Masih Sulit Ditandingi pada Pilpres 2029

Survei juga memotret peta kekuatan politik menjelang Pilpres 2029.

Dalam simulasi calon presiden, Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas tertinggi sebesar 32,6 persen. Angka tersebut masih jauh di atas sejumlah nama lain yang masuk dalam bursa calon presiden.

Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 14,2 persen, disusul Anies Baswedan 10,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,5 persen, dan Ganjar Pranowo 2,8 persen.

Dominasi Prabowo juga terlihat dari tingkat popularitas. Sebanyak 96,6 persen responden mengaku mengenal Prabowo, menjadikannya tokoh politik paling populer saat ini. Di bawahnya terdapat Gibran Rakabuming Raka dengan 92,7 persen, Anies Baswedan 91,5 persen, dan Dedi Mulyadi 90,4 persen.

“Data ini menunjukkan Prabowo masih menjadi figur politik paling kuat saat ini, baik dari sisi popularitas maupun elektabilitas,” kata Fadhli.

Sementara dalam simulasi calon wakil presiden, Dedi Mulyadi mencatat elektabilitas tertinggi sebesar 23,9 persen. Posisi berikutnya ditempati AHY dengan 13,8 persen dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 13,7 persen.

Menurut Fadhli, kemunculan Dedi Mulyadi dan AHY menunjukkan mulai terbentuknya poros figur alternatif yang berpotensi menjadi faktor penting dalam kontestasi politik nasional mendatang.

Survei Adidaya Institute dilakukan pada 1–8 Mei 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei menggunakan metode probability sampling dengan margin of error ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *