Manado – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh kisah mengharukan sekaligus mengejutkan dari seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Aipda Vicky Katiandagho.
Sosok yang dikenal sebagai penyidik berdedikasi itu resmi melepas seragamnya.
Bukan karena pensiun, melainkan keputusan besar untuk mengundurkan diri—dan memulai lembaran baru sebagai penjual kopi.
Video yang beredar luas memperlihatkan momen emosional saat Vicky meninggalkan gedung Polda Sulawesi Utara.
Dengan langkah tegap, ia memberikan hormat terakhir, lalu bersujud di halaman sebagai tanda pamit dan ungkapan syukur.
Aksi tersebut sontak menyentuh hati publik dan memicu rasa penasaran: apa yang membuat seorang anggota Polri memilih mundur di tengah kariernya?
Bermula dari Mutasi Mendadak
Keputusan besar itu ternyata bukan tanpa alasan.
Informasi yang beredar menyebutkan, Vicky sebelumnya menjabat sebagai Kanit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Sat Reskrim Polres Minahasa dan tengah menangani kasus besar pada tahun 2024.
Ia memimpin penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah Minahasa, yang bahkan telah naik ke tahap penyidikan pada September 2024.
Namun di tengah proses tersebut, ia menerima surat telegram mutasi secara mendadak ke Polres Kepulauan Talaud—tanpa penjelasan yang jelas.
Situasi ini diduga menjadi titik balik bagi Vicky. Ia memilih mengambil langkah berani: mundur dari institusi yang telah lama ia abdikan, demi menjaga integritas dan ketenangan batin.
Banjir Dukungan Netizen
Kisah ini pun menuai simpati luas dari publik. Banyak netizen menilai langkah Vicky sebagai simbol keberanian dan kejujuran.
“Orang benar dan jujur memang sering dimusuhi,” tulis salah satu komentar.
“Ini polisi langka, lebih memilih hidup bermakna daripada sekadar sukses duniawi,” tambah yang lain.
Tak sedikit pula yang penasaran dan ingin mendukung usaha barunya.
“Di mana warung kopinya? Kita ramaikan!” tulis netizen lainnya.
Kini, Vicky Katiandagho memulai hidup baru dari nol.
Dari Korupsi ke Kopi: Integritas Tak Bisa Dimutasi
Ketika kejujuran tak lagi punya ruang, seorang penyidik memilih jalan baru. Kini ia menyeduh kopi, bukan sekadar minuman, tapi simbol integritas yang tak bisa dibungkam.
Mari dukung langkah berani ini—karena kejujuran selalu punya tempat di hati rakyat.
Usut Korupsi, Lalu Dimutasi Mendadak! Aipda Vicky Mundur—Kini Jualan Kopi
Wednesday, 10 June 2026, 01:07 am



