Prabowo Wanti-wanti Rakyat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: “Cerita di Sosmed Belum Tentu yang Sebenarnya”

Wednesday, 16 September 2026, 04:53 am

SUARA RAKYAT NEWS – Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, berbagai narasi yang viral di dunia maya belum tentu mencerminkan fakta karena dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan kekuatan finansial untuk membentuk opini publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Presiden menilai derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu, publik diminta lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

> “Ini bisa diperalat. Orang punya duit dia bisa main di sosmed. Jadi… cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya,” kata Prabowo.

Ia menegaskan masyarakat harus mampu memilah informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

> “Rakyat jangan tertipu, ya. Rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan optimisme terhadap perbaikan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut sejumlah perusahaan pelat merah yang selama bertahun-tahun merugi kini mulai mencatatkan keuntungan setelah dilakukan pembenahan tata kelola.

> “BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, hasil positif tersebut menunjukkan bahwa reformasi tata kelola dan penguatan transparansi mulai memberikan dampak nyata.

> “Beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi-rugi, tahun ini mulai untung,” ujarnya.

Prabowo berharap masyarakat tetap mengedepankan nalar kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital, serta tidak mudah terbawa oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik harus dibangun di atas fakta, bukan sekadar informasi yang viral di media sosial.

Redaksi/SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *