JAKARTA — Pergantian mendadak terjadi di pucuk Kementerian Keuangan. Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.
Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, dikutip Senin (14/9/2026) sore.
Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bendahara negara. Purbaya sebelumnya dipercaya Prabowo mengisi posisi Menteri Keuangan setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025.
Kini, kursi strategis yang mengendalikan kebijakan fiskal dan pengelolaan APBN itu kembali berganti tangan.
Suahasil bukan wajah baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Menkeu, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengalaman panjangnya di Kementerian Keuangan menjadi modal untuk langsung menghadapi berbagai tantangan pengelolaan fiskal negara.
Pergantian ini menjadi perhatian karena posisi Menteri Keuangan merupakan salah satu jabatan paling strategis dalam pemerintahan. Menteri Keuangan berhadapan langsung dengan persoalan penerimaan negara, belanja pemerintah, defisit APBN, pembiayaan, hingga menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Suahasil kini menghadapi pekerjaan besar. Ia dituntut memastikan transisi kepemimpinan tidak mengganggu stabilitas fiskal sekaligus memberikan kepastian mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.
Di sisi lain, pergantian Purbaya juga memunculkan pertanyaan mengenai alasan Presiden Prabowo melakukan perubahan tersebut setelah Purbaya baru sekitar satu tahun menduduki kursi Menteri Keuangan.
Sejauh ini, pergantian tersebut harus dilihat sebagai keputusan politik dan administratif Presiden. Tidak tepat menyimpulkan alasan di balik pergantian tanpa pernyataan resmi dari pemerintah.
Yang pasti, sejak Senin sore, kendali atas keuangan negara resmi berpindah.
Suahasil Nazara kini memegang tanggung jawab besar: menjaga APBN tetap sehat, mempertahankan kepercayaan publik dan pasar, serta memastikan kebijakan fiskal berjalan searah dengan agenda pemerintahan Prabowo.
Pergantian Menkeu ini pun menjadi sinyal penting bagi arah pengelolaan ekonomi Indonesia di tengah tantangan fiskal dan dinamika ekonomi global.
Redaksi/ SRN



