LUHUT AKUI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS BELUM BERJALAN MULUS: PERENCANAAN AWAL DIAKUI BELUM MATANG, DAERAH 3T JADI UJIAN TERBERAT

Wednesday, 16 September 2026, 03:48 am

JAKARTA, SUARA RAKYAT NEWS – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Salah satu penyebab utamanya, menurut Luhut, adalah perencanaan awal yang belum dipersiapkan secara matang sehingga implementasi program belum berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Program unggulan pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia itu dinilai memiliki tantangan besar, terutama dalam menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Persoalan logistik, distribusi pangan, hingga keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan yang masih harus dibenahi.

Perencanaan Awal Diakui Belum Siap

Luhut menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang muncul selama pelaksanaan program. Ia menyebut sejumlah persoalan terjadi karena tahapan perencanaan belum sepenuhnya matang sebelum program dijalankan secara luas.

> “Masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Kita akui, perencanaan di tahap awal belum disiapkan secara matang,” ujar Luhut, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, membangun sistem distribusi makanan bergizi untuk negara kepulauan seperti Indonesia bukan pekerjaan sederhana. Pemerintah harus memastikan makanan tetap berkualitas, aman, dan layak dikonsumsi hingga ke pelosok negeri.

Daerah 3T Jadi Tantangan Paling Berat

Luhut mengungkapkan, wilayah 3T menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan MBG. Akses transportasi yang terbatas, kondisi geografis yang sulit, hingga minimnya fasilitas penyimpanan pangan membuat distribusi makanan bergizi belum dapat berjalan maksimal.

Karena itu, pemerintah kini memfokuskan evaluasi terhadap sistem logistik dan rantai pasok agar pelayanan di daerah terpencil tidak tertinggal dibanding wilayah perkotaan.

Pemerintah Siapkan Perbaikan Menyeluruh

Sebagai tindak lanjut, pemerintah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sistem distribusi pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Luhut menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan Program Makan Bergizi Gratis dapat dinikmati seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.

> “Pelaksanaan di wilayah 3T menjadi perhatian khusus kami. Kami tidak ingin ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena tempat tinggalnya jauh dari pusat kota,” tegasnya.

Pengakuan tersebut dipandang sebagai bentuk evaluasi terbuka terhadap salah satu program prioritas nasional. Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh agar pelaksanaan MBG semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang merata bagi seluruh anak Indonesia, termasuk di wilayah paling terpencil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *