KEMHAN SERAHKAN SANTUNAN RP50 JUTA KEPADA KELUARGA LIMA CALON MANAJER KOPDES MERAH PUTIH YANG MENINGGAL: NEGARA TEGASKAN TANGGUNG JAWAB DAN LAKUKAN EVALUASI MENYELURUH

Wednesday, 16 September 2026, 04:51 am

JAKARTA, SUARA RAKYAT NEWS – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga dari lima calon Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Santunan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara sekaligus kepedulian pemerintah terhadap keluarga para peserta yang meninggal dalam pelaksanaan program.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhan, Mayjen TNI Ketut Gede, menegaskan bahwa negara tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses penanganan para korban, mulai dari pemulangan jenazah hingga pemakaman di daerah asal.

«”Kita memberikan santunan setiap orang itu Rp50 juta. Tidak berhenti di sana, kami juga melaksanakan proses pemulangan hingga pemakaman,” ujar Mayjen Ketut Gede dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).»

Selain santunan, Kemenhan juga menanggung seluruh biaya penanganan jenazah, termasuk transportasi, pemulangan ke kampung halaman, hingga prosesi pemakaman.

Kelima peserta tersebut merupakan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak pembangunan ekonomi desa.

Daftar Lima Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Meninggal Dunia

1. Yonanda Muhammad Taufiq – Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.
2. Anisa Muyassaroh – Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.
3. Novia Rahmadhani Sihotang – Satdik Pusbahasa Kodiklatau.
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan – Satdik Yon PARAKO 465.
5. Nola Dya Sari – Satdik C Kalimantan.

Evaluasi Menyeluruh Protokol Keselamatan

Di tengah proses pendampingan keluarga korban, Kemenhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran. Pemerintah membentuk tim untuk meninjau kembali standar operasional, sistem pengawasan, serta protokol keselamatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kemenhan menegaskan bahwa pembentukan karakter, disiplin, dan ketangguhan peserta harus selalu diimbangi dengan perlindungan maksimal terhadap kesehatan dan keselamatan setiap peserta.

Pemerintah berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Di saat yang sama, evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Latsarmil diharapkan menjadi momentum perbaikan sistem agar program pembangunan sumber daya manusia nasional berjalan lebih aman, profesional, dan akuntabel.

(Redaksi/Suara Rakyat News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *