Jawaban Sama, Nilai Beda! LCC 4 Pilar Pontianak Viral, Netizen Serbu Dewan Juri

Tuesday, 19 May 2026, 04:38 am

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi di Pontianak, Kalimantan Barat, berubah menjadi panggung kontroversi setelah potongan video perlombaan itu viral di media sosial. Bukannya menuai pujian sebagai ruang adu kecerdasan pelajar, lomba tersebut justru memantik kemarahan publik karena keputusan dewan juri dianggap membingungkan dan sarat ketidakadilan.

Sorotan bermula dari sesi pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam video yang beredar pada Selasa, 12 Mei 2026, Regu C dari SMAN 1 Pontianak lebih dulu memberikan jawaban. Namun, jawaban itu langsung dinyatakan salah oleh juri.

Beberapa detik kemudian, Regu B dari SMAN 1 Sambas menyampaikan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa. Anehnya, kali ini dewan juri justru mengesahkan jawaban tersebut dan memberikan poin.

Keputusan berbeda terhadap dua jawaban yang dianggap sama itu langsung memancing ketegangan di arena lomba. Protes peserta terdengar jelas, sementara suasana mendadak berubah tegang di hadapan penonton.

Alih-alih meredam polemik, penjelasan juri justru memperbesar kemarahan publik. Salah satu juri berdalih jawaban Regu C tidak dapat diterima karena artikulasi peserta dianggap kurang jelas.

Dalih itu sontak menjadi sasaran kritik netizen. Publik menilai alasan “artikulasi” terkesan dipaksakan dan tidak mencerminkan objektivitas dalam sebuah kompetisi akademik.

Kemarahan netizen semakin menjadi ketika pembawa acara atau MC justru membela keputusan juri di tengah protes yang berlangsung. Dalam video tersebut, MC menegaskan bahwa dewan juri merupakan pihak yang “sangat teliti” dan “berkompeten”. Ia bahkan meminta peserta menerima keputusan dengan lapang dada sambil menyebut protes yang muncul kemungkinan hanya dipengaruhi perasaan.

Pernyataan itu menjadi bumerang. Media sosial langsung dibanjiri komentar pedas yang mempertanyakan profesionalitas panitia dan kualitas penilaian lomba.

“Artikulasi penting, tapi pendengaran juga penting,” tulis seorang netizen.

“Cerdas cermat kok malah butuh subtitle,” sindir akun lainnya.

Ada pula warganet yang membandingkan kisruh tersebut dengan sepak bola profesional. “LCC sekarang butuh VAR supaya jurinya nggak asal sahkan jawaban,” tulis pengguna media sosial lainnya.

Tak sedikit yang menilai insiden itu mencoreng marwah kompetisi akademik yang seharusnya menjunjung keadilan dan kecermatan berpikir.

Di tengah derasnya kritik, satu komentar singkat justru dianggap paling menohok sekaligus mewakili kegelisahan publik.

“Cerdas cermat, tapi jurinya tidak cermat.”

Kalimat itu menjadi simbol kekecewaan warganet terhadap sebuah lomba yang seharusnya menguji ketelitian peserta, namun justru dipertanyakan karena keputusan penilainya dianggap tidak konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *