Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Prabowo Ingin Desa Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak

Tuesday, 19 May 2026, 03:21 am

Presiden Prabowo Subianto mulai menjalankan ambisinya membangun ekonomi berbasis desa. Dalam waktu tujuh bulan, pemerintah meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disiapkan menjadi pusat distribusi pangan, pupuk, kredit murah, hingga penyerapan hasil panen masyarakat.

Bagi Prabowo, koperasi desa bukan sekadar program ekonomi. Ia ingin menjadikannya sebagai alat untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak, rentenir, dan rantai distribusi panjang yang selama ini membebani masyarakat desa.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Dalam tujuh bulan kita bisa meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Prabowo dalam peresmian program tersebut.

Ia mengatakan selama bertahun-tahun petani kerap berada pada posisi paling lemah dalam rantai ekonomi nasional. Hasil panen sulit dipasarkan, pupuk subsidi sulit diperoleh, sementara akses pembiayaan murah masih terbatas.

Karena itu, menurut dia, KDKMP dirancang untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.

“Tidak akan ada lagi petani yang bingung memasarkan hasil panennya, tidak akan ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, dan tidak ada lagi petani yang terjerat utang kredit,” ujarnya.

Melalui koperasi tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai layanan kebutuhan masyarakat, mulai dari penjualan sembako murah, penyaluran bantuan pemerintah, penyediaan kredit berbunga rendah, hingga layanan logistik yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Selain menjadi pusat distribusi, koperasi juga akan difungsikan sebagai tempat penyerapan hasil pertanian warga agar harga panen tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh tengkulak maupun fluktuasi pasar.

Prabowo menilai penguatan koperasi desa menjadi bagian penting dari strategi besar pemerintah membangun ekonomi kerakyatan yang lebih merata. Menurut dia, desa tidak boleh terus diposisikan hanya sebagai pasar konsumsi, melainkan harus menjadi pusat produksi dan kekuatan ekonomi baru Indonesia.

“Setiap desa harus punya kekuatan ekonominya sendiri. Tidak terus bergantung dari mana-mana,” katanya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman krisis pangan dunia, pemerintah menempatkan sektor desa sebagai fondasi ketahanan nasional. Prabowo meyakini pertumbuhan ekonomi tidak akan benar-benar kuat jika pembangunan hanya bertumpu pada kota besar dan kelompok ekonomi tertentu.

Ia menegaskan konsep pembangunan ekonomi yang ingin dibangun pemerintah bertumpu pada prinsip gotong royong dan kekeluargaan.

“Yang kuat tarik yang lemah, yang kaya bantu yang miskin. Pengusaha kuat, koperasi kuat, UMKM kuat. Ini yang ingin kita bangun,” ujar Prabowo.

Bagi Prabowo, koperasi bukan sekadar lembaga usaha, melainkan simbol kemandirian rakyat. Melalui KDKMP, pemerintah ingin desa memiliki kekuatan produksi, distribusi, hingga pembiayaan sendiri sebagai fondasi ekonomi nasional dari bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *