Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dalam urusan pangan. Di tengah ancaman krisis pangan global dan ketergantungan impor yang terus menghantui, Prabowo menyatakan dirinya siap bertanggung jawab jika rakyat Indonesia masih mengalami kelaparan.
Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
“Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab,” kata Prabowo di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah.
Bagi Prabowo, pangan bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan soal kedaulatan negara. Ia menilai Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, pemerintah kini mendorong percepatan swasembada pangan melalui penguatan produksi dalam negeri, koperasi desa, hingga dukungan terhadap petani.
Prabowo juga memberi apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dinilai berhasil mempercepat target kemandirian pangan nasional. Ia optimistis Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan menjaga stabilitas pasokan bagi ratusan juta rakyat di tengah situasi global yang tidak menentu.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena menyentuh persoalan paling dekat dengan kehidupan masyarakat: harga bahan pokok, keberlangsungan petani, dan isi dapur rakyat kecil.
Kini publik menunggu, apakah janji besar swasembada pangan benar-benar bisa diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan, atau kembali menjadi slogan yang berulang setiap pergantian pemerintahan.
Kalau Rakyat Lapar, Saya Bertanggung Jawab! Prabowo Pasang Badan soal Masa Depan Pangan Indonesia
Tuesday, 19 May 2026, 03:21 am



