JEMAAT SEKARANG BANYAK YANG TIDAK MAU JADI MURID KRISTUS…MAUNYA JADI CUSTOMER

Saturday, 13 June 2026, 21:52 pm

Ada perbedaan besar antara murid dan customer.

Murid datang untuk dibentuk.
Customer datang untuk dipuaskan.

Dan tanpa sadar, pola pikir “customer” mulai masuk ke banyak gereja hari ini.

Selama khotbah terasa nyaman, tetap datang.
Selama musik sesuai selera, tetap semangat.
Selama pelayanan memuaskan, tetap setia.

Tetapi ketika firman mulai menegur dosa…
ketika Tuhan mulai memangkas ego…
ketika proses rohani terasa tidak nyaman…
mulai kecewa, mulai menjauh, bahkan pindah mencari tempat yang lebih menyenangkan hati.

Padahal Yesus tidak pernah menjanjikan jalan yang selalu nyaman.

Yesus tidak memanggil kita menjadi penonton mujizat.
Dia memanggil kita menjadi murid.

Murid mau diajar.
Murid mau dikoreksi.
Murid mau berubah.
Murid tetap bertahan bahkan ketika Tuhan sedang membentuknya lewat proses yang menyakitkan.

Sementara mental customer membuat hubungan dengan Tuhan perlahan berubah menjadi hubungan transaksional:

“Tuhan, kalau hidupku diberkati aku ikut.”
“Kalau doaku dijawab aku setia.”
“Kalau semuanya sesuai keinginanku aku bertahan.”

Akibatnya, banyak orang lebih sibuk mencari gereja yang membuat nyaman… daripada mencari Tuhan yang mengubah hidup.

Padahal kekristenan bukan tentang mencari tempat paling menyenangkan.
Kekristenan adalah tentang mengikuti Kristus, bahkan ketika harus memikul salib.

Dan yang sering kita lupa…
kita ini sebenarnya sudah terlebih dahulu diberi oleh Tuhan.

Kita diberi keselamatan.
Diberi kasih karunia.
Diberi pengampunan.
Diberi nafas kehidupan.
Bahkan saat kita belum layak, Yesus sudah lebih dulu mengasihi kita sampai mati di kayu salib.

Karena itu, sebagai orang percaya, kita seharusnya mengasihi dan mengikuti Yesus tanpa embel-embel apa pun.
Bukan karena selalu diberkati.
Bukan karena semua doa dijawab.
Bukan karena hidup selalu mudah.

Tetapi karena Dia terlebih dahulu setia kepada kita.

Murid sejati tetap mengikuti Tuhan bukan hanya saat mujizat terjadi…
tetapi juga saat air mata jatuh dan doa belum terjawab.

Karena pusat kekristenan bukan:
“Apa yang saya dapat dari Tuhan?”

Melainkan:
“Apakah saya tetap mengasihi dan mengikuti Dia apa pun keadaannya?”

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
— Matius 16:24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *