BGN Ancam Stop Insentif Rp6 Juta per Hari, Dapur MBG yang Tak Capai Target Mulai Disorot

Monday, 15 June 2026, 09:32 am

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menghadapi sorotan serius. Badan Gizi Nasional (BGN) mengancam menghentikan insentif Rp6 juta per hari bagi dapur MBG yang tidak melayani minimal 300 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mulai 2 Juni 2026.

Ancaman itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026 yang diterbitkan Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN. Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi target akan dikenai suspend mayor atau penghentian sementara insentif.

“SPPG yang tidak memenuhi ketentuan tidak mendapatkan insentif Rp6 juta per hari sampai pemenuhan ketentuan dapat dibuktikan,” kata Deputi Tauwas BGN Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Kebijakan itu muncul setelah BGN menemukan banyak dapur MBG diduga belum bekerja sesuai target meski insentif tetap berjalan. Dalam sejumlah inspeksi mendadak, petugas menemukan ada SPPG yang hanya melayani kurang dari 100 penerima manfaat kelompok 3B.

Padahal program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah dengan anggaran sangat besar yang menggunakan uang negara.

“Masih banyak dapur MBG yang belum memenuhi ketentuan,” ujar Dadang.

BGN menyebut penghentian insentif dilakukan untuk memastikan bantuan gizi benar-benar diterima kelompok sasaran, bukan sekadar tercatat dalam laporan administrasi.

Selain pencabutan insentif, kepala SPPG, mitra, maupun yayasan juga terancam mendapat sanksi administratif dan catatan buruk dalam rekam kinerja mereka.

Situasi ini mulai memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan program MBG di lapangan. Sebab jika satu dapur tetap menerima insentif jutaan rupiah per hari meski penerima manfaat jauh di bawah target, potensi pemborosan hingga dugaan manipulasi data dinilai tidak bisa diabaikan.

Karena itu, pengawasan masyarakat dinilai menjadi semakin penting. Publik diminta ikut memantau apakah dapur MBG di daerah benar-benar beroperasi, makanan benar-benar dibagikan, dan bantuan gizi benar-benar sampai kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang membutuhkan.

Tanpa pengawasan ketat, program bernilai besar tersebut dikhawatirkan hanya kuat di laporan, tetapi lemah dalam pelaksanaan di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *