Bos Danantara Ungkap Talenta AI Elite Dunia Kini Digaji hingga Rp1 Triliun per Orang

Saturday, 13 June 2026, 23:15 pm

Jakarta — Persaingan global memperebutkan talenta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini disebut semakin ekstrem. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkap satu talenta AI kelas dunia bahkan bisa digaji hingga Rp1 triliun hanya untuk berpindah perusahaan.

Menurut Pandu, jumlah manusia dengan kemampuan AI tingkat elite saat ini sangat terbatas, bahkan diperkirakan tidak sampai seribu orang di seluruh dunia. Kondisi itu membuat perusahaan-perusahaan teknologi global berlomba menawarkan bayaran fantastis demi mendapatkan sumber daya manusia terbaik.

“Untuk satu skilled labor AI yang dipindah dari OpenAI ke Meta, satu orang harganya bisa Rp1 triliun,” ujar Pandu di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menyebut talenta AI elite kini bahkan lebih langka dibanding atlet profesional di kompetisi olahraga terbesar dunia seperti NBA maupun Liga Champions Eropa.

“Value satu orang AI terbaik sekarang bisa lebih besar dari satu tim bola,” katanya.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana AI telah mengubah peta persaingan ekonomi global. Jika dahulu sektor minyak, tambang, dan properti dianggap sebagai aset paling bernilai, kini kemampuan menguasai teknologi AI justru menjadi rebutan utama perusahaan-perusahaan dunia.

Di tengah banyak negara yang masih menghadapi tantangan pengangguran dan krisis lapangan kerja, perusahaan teknologi global justru rela menggelontorkan dana luar biasa besar untuk membajak talenta AI terbaik.

Pernyataan Pandu pun memicu perhatian publik mengenai kesiapan Indonesia menghadapi era persaingan teknologi baru. Pertanyaannya, apakah Indonesia hanya akan menjadi pasar teknologi AI, atau mampu melahirkan talenta yang ikut diperebutkan dunia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *