“Kadang-kadang malam sebelum tidur, pilu hati saya.”
Kalimat itu diucapkan Presiden Prabowo Subianto saat menyinggung kritik keras dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap pemerintahannya.
Pernyataan itu muncul dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, ketika Prabowo menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal RAPBN 2027.
Di hadapan anggota DPR, Prabowo mengakui tidak semua partai politik berada di dalam koalisi pemerintah. Ia menyebut keputusan PDIP tetap berada di luar pemerintahan sebagai bagian penting dari demokrasi.
“Demokrasi kita perlu check and balances,” kata Prabowo.
Menurut dia, secara politik tentu akan jauh lebih nyaman bila seluruh partai bergabung ke dalam pemerintahan. Namun situasi semacam itu belum tentu sehat bagi sistem demokrasi.
“Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik,” ujarnya.
Prabowo bahkan menyampaikan terima kasih kepada PDIP karena tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
Namun bagian paling menyita perhatian publik muncul ketika Prabowo berbicara lebih personal. Ia mengaku kerap tersentuh menerima kritik keras dari kader PDIP.
“Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar lama-lama, sebetulnya mungkin ada dasarnya,” kata Prabowo.
Ia lalu mengutip pepatah tentang pentingnya peringatan, bahkan ketika terasa menyakitkan bagi pihak yang menerimanya.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena jarang seorang presiden secara terbuka mengakui bahwa kritik oposisi bisa menjadi pengingat bagi kekuasaan.
Di tengah dominasi koalisi pemerintah di parlemen, posisi PDIP di luar kabinet kini kembali dipandang sebagai salah satu penyeimbang penting dalam dinamika politik nasional.
Prabowo Mengaku ‘Pilu’ Dikritik PDIP: Tapi Saya Sadar Ada Dasarnya
Saturday, 13 June 2026, 16:14 pm



