3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon! Indonesia Tuntut Investigasi Besar-besaran ke PBB

Wednesday, 10 June 2026, 01:10 am

Pemerintah Indonesia secara tegas meminta dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.

Ketiga prajurit yang gugur adalah almarhum Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, almarhum Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan almarhum Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah menuntut adanya investigasi menyeluruh atas kejadian tersebut, karena pasukan penjaga perdamaian tidak seharusnya menjadi target serangan dalam situasi apa pun.

“Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” ujar Sugiono usai menghadiri upacara pelepasan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pasukan perdamaian harus menjadi prioritas.

Menurutnya, mereka bukanlah pasukan tempur yang memiliki kemampuan untuk melakukan aksi ofensif.

“They are peacekeeping, not peacemaking,” tegas Sugiono.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa para prajurit telah dilatih khusus untuk menjaga perdamaian dalam situasi yang stabil, sehingga serangan terhadap mereka merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan.

Pemerintah Indonesia juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengevaluasi kembali standar keamanan bagi seluruh personel penjaga perdamaian di berbagai misi, khususnya di wilayah UNIFIL.

Di akhir pernyataannya, Sugiono menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa yang telah mengabdikan diri demi misi perdamaian dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *