Ferdinand: Wacana BBM Naik Bisa Jadi “Jebakan” — Publik Marah, Pemerintah Tertekan?

Tuesday, 19 May 2026, 04:38 am

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean, melontarkan peringatan keras terkait wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya disampaikan oleh Jusuf Kalla.

Ferdinand menilai, pernyataan tersebut tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi berpotensi memicu dampak politik yang serius, terutama bagi Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Menurutnya, kenaikan harga BBM bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bisa menjadi pemicu reaksi publik yang luas.

“Momen kenaikan BBM bisa dijadikan serangan terhadap Prabowo,” ujar Ferdinand, seperti dikutip dari pernyataannya.

Ia bahkan menyebut wacana tersebut berpotensi menjadi “jebakan”, karena dapat memicu kemarahan masyarakat hingga gelombang demonstrasi besar.

Dalam pandangannya, situasi itu bisa berkembang menjadi tekanan politik yang signifikan terhadap pemerintahan baru.

⚖️ Di Sisi Lain: Pandangan Jusuf Kalla

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM merupakan cara efektif untuk menekan konsumsi.
Ia menilai, mekanisme harga akan mendorong masyarakat untuk lebih hemat, sebagaimana pernah terjadi pada periode 2005–2006.

Selain itu, JK juga mengkritik kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), yang menurutnya tidak sepenuhnya efektif dalam menghemat energi dan berpotensi menurunkan produktivitas.

“Kalau harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM,” kata Jusuf Kalla.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa kebijakan energi bukan hanya soal angka dan konsumsi, tetapi juga menyentuh stabilitas sosial dan persepsi publik.

Di tengah situasi yang sensitif, setiap kebijakan berpotensi menimbulkan efek berantai—baik secara ekonomi maupun politik.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Jusuf Kalla terkait pernyataan Ferdinand tersebut.

📢 Menurut kamu, ini solusi atau justru bisa jadi tekanan baru bagi pemerintah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *