Prabowo Buka Pintu Investasi Rusia, Dorong Industri Bersama hingga Penerbangan Langsung

Wednesday, 16 September 2026, 04:49 am

VLADIVOSTOK — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang lebih luas bagi perusahaan Rusia untuk menanamkan modal dan membangun industri di Indonesia. Pemerintah tidak ingin hubungan ekonomi Jakarta-Moskow berhenti pada aktivitas perdagangan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang menghasilkan investasi dan nilai tambah.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan para pemimpin negara dan pelaku usaha, Prabowo secara terbuka mengundang perusahaan Rusia masuk ke Indonesia. Ia menilai peluang kerja sama ekonomi kedua negara masih sangat besar dan perlu dibangun di atas hubungan kelembagaan yang lebih kuat.

Menurut Prabowo, kerja sama ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan hubungan personal antarpejabat atau pelaku usaha. Diperlukan kepastian regulasi, sistem pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang lebih pasti, serta kesepakatan yang tetap berjalan meski terjadi pergantian pemerintahan maupun pejabat.

“Kita ingin hubungan ini menghasilkan investasi dan kegiatan ekonomi yang nyata, bukan sekadar transaksi perdagangan,” demikian garis besar pesan Prabowo dalam forum tersebut.

Salah satu agenda yang didorong adalah pembangunan industri bersama. Indonesia, kata Prabowo, tidak ingin hanya berperan sebagai pasar bagi produk Rusia, tetapi juga menjadi bagian dari rantai produksi yang menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, dan nilai tambah di dalam negeri.

Penguatan konektivitas juga menjadi perhatian. Prabowo mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung Indonesia-Rusia untuk memperlancar arus barang, investasi, wisata, dan hubungan antarmasyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan di tengah perubahan ekonomi global yang semakin terfragmentasi. Ketegangan geopolitik telah memberikan tekanan terhadap perdagangan internasional, rantai pasok, dan sistem keuangan global.

Dalam kondisi itu, Indonesia memilih tetap membuka ruang kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Rusia.

Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin terjebak dalam blok ekonomi tertentu. Jakarta tetap berupaya membangun hubungan ekonomi dengan seluruh kekuatan dunia berdasarkan kepentingan nasional dan manfaat bersama.

Momentum tersebut semakin kuat setelah Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada hari yang sama. Pertemuan bilateral itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara yang selama ini telah memiliki kerja sama di berbagai bidang.

Dengan agenda investasi, industrialisasi, dan konektivitas yang didorong Prabowo, hubungan Indonesia-Rusia berpeluang memasuki fase baru: dari sekadar hubungan dagang menuju kemitraan ekonomi yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *