JAKARTA — Kasus dugaan keracunan yang menimpa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah mulai bergeser dari persoalan evaluasi program menjadi perkara hukum. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan, polisi telah mengusut sejumlah kasus, bahkan sebagian di antaranya telah naik ke tahap penyidikan.
Pengusutan tersebut turut menyasar sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan munculnya gangguan kesehatan setelah penerima manfaat menyantap makanan MBG.
“Beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan, keracunan makanan, itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Meski demikian, Sudaryono belum mengungkap jumlah kasus maupun lokasi dapur SPPG yang telah masuk tahap penyidikan. Ia menegaskan, dugaan adanya unsur pidana akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian.
Termasuk soal kemungkinan penetapan tersangka, BGN menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Apakah ada yang tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” ujar Sudaryono.
Masuknya sejumlah kasus ke tahap penyidikan menambah sorotan terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menyangkut keamanan pangan dan pengawasan terhadap dapur SPPG. Persoalan yang sebelumnya berada dalam ranah evaluasi program kini berkembang menjadi proses hukum.
BGN menyatakan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG terus dilakukan. Pengawasan mencakup seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan, kualitas bahan pangan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Polisi selanjutnya akan mendalami penyebab gangguan kesehatan yang terjadi, memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum, serta mengidentifikasi pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban jika ditemukan unsur pidana.
Perkembangan tersebut menjadi ujian penting bagi pengelolaan program MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat. Keamanan makanan menjadi salah satu faktor krusial untuk memastikan program berjalan tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat yang menjadi penerima.
Redaksi/ SRN



