PEJABAT JUSTRU BERDIRI! KULI, OJOL, NELAYAN DUDUK DI VIP HUT KE-81 RI DI JABAR

Wednesday, 16 September 2026, 03:47 am

BANDUNG — Pemandangan tak biasa terjadi dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026).

Kursi kehormatan di dalam tenda VIP yang biasanya ditempati pejabat justru diberikan kepada masyarakat pekerja. Petani, nelayan, pengemudi ojek online (ojol), kuli bangunan, hingga petugas kebersihan mendapat tempat utama.

Sementara itu, para pejabat pemerintah bersama unsur TNI-Polri mengikuti upacara dari luar tenda dengan berdiri dan berbaris.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang setiap hari bekerja keras, menghidupi keluarga, serta berkontribusi langsung terhadap pembangunan Jawa Barat.

«“Karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, Grab, termasuk kuli bangunan,” ujar Dedi, Senin (17/8/2026).»

Dedi juga memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan jalan dan ruang publik di Jawa Barat.

«“Hari ini upacara juga diikuti oleh para tukang sapu yang setiap hari membersihkan seluruh areal jalan-jalan di Provinsi Jawa Barat, yang hampir kita rekrut lebih dari 3.000 orang,” katanya.»

Dedi: Kami Belum Bisa Memerdekakan Seluruh Rakyat Jabar

Di balik penghormatan kepada para pekerja tersebut, Dedi menyampaikan pesan yang lebih serius. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Jawa Barat.

Bahkan, Dedi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat.

«“81 tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat Jawa Barat,” ucapnya.»

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah akses listrik. Dedi menyebut sekitar 80 ribu warga Jawa Barat masih belum mendapatkan akses jaringan listrik.

Jumlah tersebut disebut telah menurun signifikan dibandingkan ketika Dedi mulai menjabat pada 2025. Saat itu, lebih dari 500 ribu warga disebut belum memiliki akses listrik.

Dedi menargetkan persoalan tersebut dapat dituntaskan pada 2027.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan ironi karena Jawa Barat memiliki potensi sumber energi yang besar, mulai dari pembangkit listrik tenaga air hingga energi panas bumi.

«“Ironi itu harus kita selesaikan secara bersama, dengan upaya melakukan penataan dalam sistem keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk terarah pada aspek yang menjadi kebutuhan dasar warga,” katanya.»

Jangan Sampai Berobat Pulang Membawa Utang

Persoalan kesehatan juga menjadi perhatian Dedi. Ia menegaskan masyarakat Jawa Barat harus mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa terbebani persoalan biaya saat membutuhkan pelayanan medis.

«“Tidak boleh lagi ada rakyat Jawa Barat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya berhutang karena ketidakmampuan keuangan,” tegasnya.»

Bagi Dedi, kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui upacara dan seremoni. Kemerdekaan harus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses listrik, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak.

«“Tujuan kita adalah satu, mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.”»

Pemandangan di Gedung Sate pada HUT ke-81 RI itu menjadi simbol penghormatan kepada rakyat pekerja. Pada hari kemerdekaan, mereka yang selama ini bekerja di balik layar justru mendapat kursi kehormatan. Sementara para pejabat berdiri di luar tenda.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *