BGN Minta Maaf, 740 Santri di Sidoarjo Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Wednesday, 16 September 2026, 03:42 am

SIDOARJO — Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf menyusul kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono datang langsung ke Ponpes Manba’ul Hikam pada Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi para santri sekaligus memastikan penanganan terhadap korban berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Trenggono menyampaikan permohonan maaf pemerintah pusat kepada pihak pesantren dan para korban.

“Atas nama pemerintah pusat, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Pondok Pesantren Mambaul Hikam dan seluruh korban atas kejadian ini,” ujar Trenggono.

Menurut Trenggono, berdasarkan laporan pengasuh pesantren, sekitar 740 orang terdampak dalam insiden tersebut.

Hingga Jumat pagi, sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan dan dinyatakan membaik. Sebanyak 718 orang telah pulih, sedangkan 22 orang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Kondisi para korban yang masih dirawat disebut terus membaik.

Trenggono mengatakan BGN kini melakukan evaluasi dan investigasi untuk mengetahui penyebab insiden tersebut. Dugaan sementara mengarah pada adanya kelalaian atau ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami menyampaikan permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur, sehingga adanya kejadian fatal ini,” katanya.

Sebagai langkah awal, BGN langsung menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, dapur yang memasok makanan MBG ke Ponpes Manba’ul Hikam.

Tak hanya disuspend, kepala dapur SPPG Kalitengah juga dicopot. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran SOP.

BGN juga membuka kemungkinan memberikan sanksi lebih berat. Apabila hasil investigasi menemukan adanya kesengajaan dalam mengabaikan SOP atau pelanggaran serius lainnya, operasional SPPG Kalitengah dapat dihentikan secara permanen.

Meski demikian, Trenggono menegaskan proses investigasi masih berlangsung. Hingga Jumat, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut.

“Kita lebih pada penanganan korban dulu ataupun terdampak,” kata Trenggono. Jika nantinya ditemukan unsur pelanggaran hukum, proses selanjutnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam memastikan setiap dapur penyedia makanan benar-benar menjalankan SOP keamanan pangan.

BGN menyatakan pengawasan harus dilakukan mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan dan memasak, hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Bagi pemerintah, insiden di Ponpes Manba’ul Hikam menjadi evaluasi serius agar program MBG yang menyasar masyarakat dalam jumlah besar tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan, kualitas makanan, dan keselamatan penerima manfaat.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *