BGN BEKUKAN 833 DAPUR MBG! 261 Pegawai Non-ASN Dipecat, 9 ASN Segera Diproses Pemberhentian

Wednesday, 16 September 2026, 04:53 am

JAKARTA, SUARA RAKYAT NEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 833 dapur MBG resmi dibekukan mulai Senin (27/7/2026). Selain itu, 261 pegawai non-ASN diberhentikan, sementara sembilan aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK tengah diproses menuju pemberhentian karena diduga melakukan pelanggaran disiplin berat.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pembekuan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur MBG di berbagai daerah.

> “Kami telah menemukan ada 833 dapur yang kami suspend per hari ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7/2026).

Menurut Sudaryono, dapur yang dibekukan terdiri atas 98 dapur di Wilayah I (Sumatra), 311 dapur di Wilayah II (Jawa dan Madura), serta 424 dapur di Wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Ia menegaskan, berbeda dengan kebijakan sebelumnya, dapur yang kini dibekukan tidak lagi menerima pembayaran dari pemerintah.

> “Kalau dulu disuspend tetapi tetap dibayar. Sekarang yang disuspend benar-benar ditutup dan tidak dibayar. Ini dilakukan karena adanya pelanggaran,” ujar Sudaryono.

BGN menyebut pembekuan dilakukan setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius, mulai dari persoalan higienitas, sanitasi, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurut Sudaryono, pengelola dapur sebenarnya telah diberikan kesempatan untuk memperbaiki temuan tersebut. Namun, bagi yang tidak memenuhi standar hingga batas waktu yang ditentukan, BGN memutuskan menjatuhkan sanksi pembekuan permanen.

Selain menertibkan operasional dapur, BGN juga melakukan bersih-bersih di internal lembaga. Sudaryono mengumumkan sebanyak 261 pegawai non-ASN telah diberhentikan, terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli, setelah hasil pemeriksaan internal menemukan dugaan pelanggaran disiplin.

Tidak hanya itu, BGN juga memproses sembilan ASN dan PPPK yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berat. Mereka kini menjalani proses administrasi yang berpotensi berujung pada pemberhentian.

> “Kami telah memproses temuan sembilan orang ASN dan PPPK yang melakukan pelanggaran berat. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemberhentian,” kata Sudaryono.

Selain pelanggaran berat tersebut, BGN juga menemukan 39 pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin ringan. Terhadap mereka akan dijatuhkan sanksi berupa mutasi, demosi, hingga sanksi administratif.

Sudaryono mengungkapkan, sejumlah pelanggaran berat yang ditemukan antara lain keterlibatan dalam judi online serta dugaan penyalahgunaan dana program MBG. Menurutnya, langkah tegas diperlukan untuk menjaga integritas lembaga dan memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai aturan.

BGN menegaskan evaluasi akan terus dilakukan terhadap seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis guna memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, serta tata kelola anggaran tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *