Abu Anak Krakatau Belum Reda, Soekarno-Hatta Perpanjang Penutupan hingga 18.00 WIB

Wednesday, 16 September 2026, 04:48 am

JAKARTA — Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mengganggu aktivitas penerbangan. Penghentian sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026).

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan perpanjangan dilakukan setelah penghentian operasional yang sebelumnya dijadwalkan hingga pukul 08.59 WIB harus kembali diperpanjang.

“Penghentian sementara operasional penerbangan diperpanjang sampai pukul 18.00 WIB,” kata Yudistiawan, dikutip Senin (7/9/2026).

Keputusan tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang masih berpotensi mengganggu ruang udara di sekitar jalur penerbangan.

Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan belum dapat dipulihkan sepenuhnya. Otoritas penerbangan perlu memastikan ruang udara berada dalam kondisi aman sebelum penerbangan kembali dilayani.

Abu vulkanik menjadi salah satu ancaman serius bagi penerbangan. Material tersebut dapat masuk ke mesin pesawat dan berpotensi mengganggu kinerja mesin maupun sistem penting lainnya. Karena itu, penghentian operasional dilakukan sebagai langkah pencegahan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Dampak erupsi juga dirasakan sejumlah bandara lain yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik. Kondisi ini berimbas pada jadwal penerbangan, mulai dari keterlambatan hingga perubahan dan pembatalan penerbangan.

Bagi penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Soekarno-Hatta, perubahan status operasional tersebut perlu menjadi perhatian.

Calon penumpang diimbau tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan kembali status penerbangannya melalui maskapai masing-masing atau kanal informasi resmi Bandara Soekarno-Hatta.

Status operasional bandara masih dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, pergerakan abu vulkanik, dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

Penumpang diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai maupun pengelola bandara sebelum berangkat, agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi penerbangan terkini.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *