GERINDRA MINTA AHY & DEMOKRAT FOKUS KERJA! Urusan Pilpres 2029: “Tunda Dulu!”

Wednesday, 16 September 2026, 03:47 am

JAKARTA — Wacana politik menuju Pilpres 2029 mulai mencuat, meski kontestasi masih tiga tahun lagi. Nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ikut menjadi sorotan setelah pidatonya tentang kekuasaan, demokrasi, dan hak rakyat memilih ditafsirkan sebagai sinyal politik.

Namun, Partai Gerindra memilih mengerem.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso meminta AHY dan seluruh partai politik tidak terburu-buru masuk ke gelanggang elektoral. Menurutnya, pemerintah saat ini masih memiliki pekerjaan besar yang jauh lebih mendesak untuk diselesaikan.

“Kalau pemilu kan masih lama. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama,” ujar Sugiat, Senin (7/9/2026).

Menurut Sugiat, Demokrat merupakan bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, energi politik seharusnya diarahkan untuk memastikan program pemerintah berjalan dan berbagai persoalan masyarakat mendapatkan solusi.

“Fokus bersama pemerintahan Pak Prabowo untuk menuntaskan persoalan-persoalan kerakyatan,” tegasnya.

Sugiat menilai persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat semestinya menjadi agenda kerja bersama, bukan justru menjadi pintu masuk untuk mempercepat manuver politik menuju Pemilu 2029.

Bagi Gerindra, kerja nyata justru dapat menjadi modal elektoral.

“Saya yakin dan percaya partai mana pun yang berhasil menuntaskan persoalan-persoalan rakyat, nanti secara otomatis elektoralnya pasti meningkat. Itu nggak usah khawatir,” kata Sugiat.

Gerindra: Prabowo Belum Bicara Pilpres 2029

Sugiat juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto, baik sebagai Presiden maupun Ketua Umum Gerindra, belum membahas Pilpres 2029 dalam internal partai.

Gerindra, kata dia, masih berkonsentrasi mengawal program-program strategis pemerintahan agar benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Gerindra pun mengaku tidak khawatir dengan dinamika politik dari partai lain.

Saat ditanya apakah Gerindra terganggu dengan pergerakan Demokrat yang mulai mendapat sorotan menjelang 2029, Sugiat menjawab singkat.

“Enggaklah.”

Ia menilai konsolidasi pemerintahan masih berjalan kuat. Prabowo, menurutnya, juga terus membangun komunikasi dengan berbagai tokoh bangsa dan pimpinan partai politik.

Berawal dari Pidato AHY

Polemik ini mencuat setelah AHY menyampaikan pidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Dalam pidatonya, AHY menegaskan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan, kata dia, merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

AHY juga mengingatkan agar hak rakyat untuk memilih dan dipilih tidak dihalangi. Ia menekankan pentingnya pemilu yang jujur, adil, bebas, dan demokratis.

Tak hanya itu, AHY meminta TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara tetap profesional serta netral.

“Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan politik praktis,” ujar AHY.

Di sisi lain, AHY memastikan Demokrat tetap berada dalam pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029 dan akan membantu mengawal program pemerintah.

Namun, pernyataan tersebut kemudian mendapatkan tafsir politik berbeda.

Golkar Baca Sinyal AHY Menuju 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai nuansa penyampaian, gestur, dan posisi politik AHY dalam pidatonya seperti memberikan sinyal bahwa Ketua Umum Demokrat tersebut berpotensi menjadi salah satu kontestan Pilpres 2029.

“AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang,” kata Doli, Senin (7/9/2026).

Meski membaca adanya sinyal politik, Doli tetap menyatakan setuju dengan substansi pidato AHY mengenai pentingnya menjaga demokrasi dan memastikan seluruh institusi negara menjalankan tugasnya secara profesional.

Demokrat Bantah Manuver Pilpres

Partai Demokrat kemudian membantah tafsir bahwa pidato AHY merupakan sinyal pencalonan menuju Pilpres 2029.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menilai tafsir tersebut terlalu jauh. Menurutnya, fokus AHY adalah memastikan program strategis pemerintahan Prabowo berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029,” tegas Herman, Selasa (8/9/2026).

Dengan demikian, satu pidato kini berkembang menjadi perdebatan politik.

Apakah AHY sekadar menyampaikan pesan tentang demokrasi dan batas kekuasaan, atau pidatonya memang mulai dibaca sebagai sinyal menuju pertarungan 2029?

Gerindra memilih tidak larut dalam spekulasi.

Pesannya tegas: Pilpres 2029 masih jauh. Persoalan rakyat ada di depan mata.

Bagi Gerindra, bukan waktunya menghitung kursi kekuasaan—saatnya membuktikan kerja kepada rakyat.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *