SIDANG PRAPERADILAN BONGKAR FAKTA! Mitra MBG Ramai Datangi Lodewyk, Sudaryono Tutup Akses ke Ruang Kerja

Wednesday, 16 September 2026, 12:13 pm

JAKARTA – Sidang praperadilan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, mengungkap alasan mengapa banyak calon mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi Lodewyk, meski proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui Portal Mitra BGN.

Pada hari yang sama, Kepala BGN Sudaryono justru mengumumkan kebijakan baru dengan menutup akses pertemuan langsung bersama mitra, pengelola dapur, maupun supplier di ruang kerjanya. Langkah itu diambil untuk menjaga transparansi dan mencegah munculnya dugaan praktik yang tidak semestinya.

Saksi: Lodewyk Tidak Pernah Intervensi Verifikasi Dapur

Fakta tersebut terungkap dalam sidang praperadilan penetapan tersangka Lodewyk Pusung terkait dugaan perkara tata kelola Program MBG di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

Mantan tenaga ahli eks Wakil Kepala BGN, Lubis, yang dihadirkan sebagai saksi, menjelaskan bahwa banyak calon mitra mendatangi Lodewyk karena mengalami kesulitan berkomunikasi dengan tim verifikasi dapur yang berada di bawah koordinasi eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

Menurut Lubis, para calon mitra berharap mendapat bantuan agar usulan dapur mereka dapat diproses. Namun, ia menegaskan Lodewyk tidak pernah memerintahkan bawahannya untuk meloloskan atau mengutamakan usulan siapa pun.

> “Pak Pusung didatangi para mitra yang meminta bantuan agar dapurnya bisa berjalan,” ujar Lubis.

Setiap kali menerima permintaan tersebut, lanjut Lubis, Lodewyk hanya memberikan arahan agar seluruh proses tetap mengikuti aturan.

> “Silakan dibantu, tapi sesuai aturan,” kata Lubis menirukan arahan Lodewyk.

Lubis mengaku dirinya hanya meneruskan aspirasi para mitra kepada Sony Sonjaya yang membawahi proses verifikasi dapur.

> “Keputusannya seluruhnya berada pada Pak Sony beserta timnya. Kami hanya membantu menyampaikan,” katanya.

Saat ditanya apakah pernah ada intervensi agar suatu dapur wajib disetujui, Lubis menjawab tegas.

> “Tidak pernah.”

Portal Baru, Mitra Mengaku Kesulitan

Saksi lainnya, mantan tenaga ahli Wakil Kepala BGN Winarno, menjelaskan bahwa meski pendaftaran dilakukan melalui Portal Mitra BGN, proses menuju dapur operasional terdiri dari banyak tahapan.

Menurutnya, pada saat itu aplikasi Portal Mitra BGN masih baru dan kerap mengalami perubahan sehingga banyak calon mitra merasa khawatir proses pengajuan mereka terhambat.

> “Tahapan dari masuk aplikasi sampai dapur operasional itu berlapis-lapis,” ujar Winarno.

Ia mengaku sering mendengar keluhan dari para calon mitra yang merasa telah mengikuti prosedur, tetapi pengajuan mereka belum juga berjalan.

Meski demikian, Winarno mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan banyak calon mitra akhirnya memilih menemui Lodewyk secara langsung. Ia menduga sebagian dari mereka memiliki hubungan pertemanan atau kedekatan dengan mantan Wakil Kepala BGN tersebut.

Sudaryono Tutup Pintu untuk Mitra dan Supplier

Di tengah bergulirnya sidang praperadilan, Kepala BGN Sudaryono mengumumkan kebijakan baru dengan membatasi pertemuan langsung bersama mitra, pengelola dapur maupun supplier di ruang kerjanya.

Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut merupakan langkah pencegahan agar tidak muncul persepsi negatif maupun dugaan adanya praktik yang tidak transparan.

> “Belum tentu kalau saya terima kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis. Tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Sebagai solusi, BGN meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu sebagai jalur resmi bagi masyarakat, mitra, dan supplier untuk menyampaikan seluruh keperluan administratif.

Sudaryono menegaskan seluruh proses pelayanan harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

> “Kita maunya terang benderang. Tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, semuanya harus transparan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran BGN agar tidak menerima pihak-pihak yang memiliki kepentingan secara tertutup demi menjaga integritas lembaga.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *