MANADO, SUARA RAKYAT NEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat upaya pengendalian HIV/AIDS melalui perluasan deteksi dini, peningkatan akses terapi antiretroviral (ARV), serta pendampingan berkelanjutan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
Berdasarkan data Dinkes Sulut tahun 2026, sebanyak 4.624 ODHIV di Sulawesi Utara telah mengetahui status HIV mereka. Dari jumlah tersebut, 2.889 orang telah menjalani terapi ARV sebagai langkah utama untuk mengendalikan infeksi dan menjaga kualitas hidup.
Capaian positif juga terlihat dari hasil pemantauan pengobatan. Sebanyak 1.596 pasien yang menjalani terapi telah melakukan pemeriksaan viral load (VL), dan 1.511 di antaranya dinyatakan mencapai viral load tersupresi, yang berarti jumlah virus dalam tubuh berhasil ditekan hingga tingkat yang sangat rendah berkat kepatuhan menjalani pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara, Rima Lolong, menegaskan bahwa deteksi dini dan kepatuhan terhadap terapi ARV merupakan kunci utama dalam pengendalian HIV.
“Semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, semakin cepat pula ia dapat memperoleh terapi ARV. Dengan disiplin menjalani pengobatan, viral load dapat ditekan hingga tersupresi, kualitas hidup pasien meningkat, dan risiko penularan juga dapat diminimalkan,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Selain layanan kesehatan, keberhasilan pengendalian HIV juga sangat bergantung pada dukungan keluarga, masyarakat, serta lembaga keagamaan, termasuk Gereja. Keluarga diharapkan menjadi tempat pertama yang memberikan kasih, pendampingan, dan motivasi agar ODHIV tetap menjalani pengobatan secara teratur.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan turut menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Edukasi yang benar mengenai HIV/AIDS menjadi kunci agar penderita tidak dikucilkan, melainkan didukung untuk tetap produktif dan menjalani kehidupan yang sehat.
Gereja juga memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial melalui pelayanan pastoral, edukasi kesehatan, serta penguatan nilai kasih, penerimaan, dan pendampingan bagi ODHIV dan keluarganya. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat diyakini akan memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan HIV di Sulawesi Utara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kesehatan berkomitmen memperluas layanan tes HIV, memastikan ketersediaan obat ARV, serta memperkuat pendampingan bagi pasien.
“Target kami adalah semakin banyak masyarakat yang mengetahui status kesehatannya sejak dini, memperoleh pengobatan tepat waktu, dan mempertahankan kepatuhan terapi sehingga semakin banyak ODHIV yang berhasil mencapai kondisi viral load tersupresi,” tutup Rima.
4.624 Warga Sulut Hidup dengan HIV, Dinkes Ajak Keluarga, Masyarakat, dan Gereja Bersatu Lawan Stigma
Wednesday, 16 September 2026, 04:48 am



