TANGIS AYAH TIAN NGANTUNG PECAH! “DIA JUGA KORBAN” USAI TRAGEDI DRAG RACE MAUT KOTAMOBAGU

Wednesday, 16 September 2026, 10:14 am

MANADO — Tangis Danny Ngantung pecah saat berbicara tentang kondisi putranya, Kristian Ngantung, setelah insiden maut ajang drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2026).

Bagi keluarga, kabar kecelakaan itu sejak awal sudah menjadi pukulan. Namun, situasi berubah semakin berat setelah diketahui insiden tersebut menelan korban jiwa.

Danny mengaku saat pertama kali mendengar kabar kecelakaan, yang terlintas di benaknya hanya keselamatan sang anak.

“Begitu kami mendengar ada kecelakaan, kami sangat khawatir. Kalau kecelakaan, bagaimana nasib dia waktu itu,” ujar Danny, Jumat (14/8/2026).

Kabar adanya korban meninggal dunia kemudian menjadi pukulan yang jauh lebih dalam bagi keluarga.

“Ini satu hal yang merupakan pukulan sangat besar bagi kami, karena bagaimanapun ini adalah nyawa manusia,” katanya.

Kristian Belum Mampu Ceritakan Kejadian

Di tengah proses hukum yang mulai bergulir, kondisi Kristian masih belum memungkinkan untuk memberikan keterangan secara maksimal.

Danny mengatakan putranya masih menjalani perawatan dan belum banyak berkomunikasi. Bahkan ketika keluarga mencoba menggali informasi mengenai peristiwa yang terjadi, Kristian belum sanggup menceritakannya secara utuh.

“Ketika kami mencoba bertanya tentang hal-hal yang sebenarnya terjadi, dia masih belum sanggup untuk kemudian bisa menceritakan,” ujar Danny.

Kristian sendiri bukan sosok baru di dunia otomotif. Ia disebut telah mengenal olahraga tersebut sejak duduk di kelas 1 SMA.

Selama menekuni dunia otomotif, Kristian telah mengikuti sejumlah perlombaan dan meraih berbagai prestasi. Trofi-trofi yang pernah diperolehnya bahkan masih tersimpan dan dipajang di rumah keluarga.

Terkait keikutsertaannya dalam ajang drag race di Kotamobagu, Danny mengatakan informasi mengenai rencana tersebut diketahui keluarga melalui ibu Kristian.

Namun, untuk saat ini keluarga memilih tidak melangkah terlalu jauh dalam membicarakan proses hukum.

Prioritas mereka hanya satu: memastikan Kristian pulih.

“Yang menjadi harapan kami adalah anak kami juga sudah dalam keadaan kecelakaan. Kami merasa bahwa dia juga adalah korban,” kata Danny.

Sebagai seorang dokter, Danny juga memilih tidak membeberkan kondisi medis putranya secara rinci. Ia menyerahkan penanganan Kristian sepenuhnya kepada tim medis yang merawatnya.

SPDP Diterima, Perkara Naik ke Penyidikan

Di tengah kondisi Kristian yang masih menjalani perawatan, proses hukum kasus tersebut memasuki tahapan baru.

Kuasa hukum keluarga, Michael Dotulong, mengungkapkan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Sulawesi Utara.

Artinya, perkara tersebut kini telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

“Kami baru saja menerima SPDP dari Polda Sulawesi Utara perihal perkara ini sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Michael.

Tak hanya SPDP, keluarga juga telah menerima surat panggilan pemeriksaan terhadap Kristian. Dalam perkara ini, Kristian dipanggil dengan status sebagai saksi.

Namun, pemeriksaan belum dapat dilakukan karena kondisi kesehatan Kristian belum memungkinkan. Ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika.

Menurut Michael, kondisi fisik Kristian belum cukup memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan maupun memberikan keterangan secara maksimal.

“Saat ini beliau masih dalam penanganan medis di Rumah Sakit Sentra Medika di bawah pengawasan dokter. Kita menunggu bagaimana perkembangan dari dokter yang menangani,” ujarnya.

Michael menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti keluarga menghindari proses hukum.

Sebaliknya, keluarga menyatakan siap memenuhi panggilan penyidik setelah dokter memastikan Kristian cukup sehat untuk memberikan keterangan.

“Kami sangat kooperatif dan siap untuk bekerja sama,” tegasnya.

Kuasa Hukum: Jangan Hanya Soroti Pengemudi

Di sisi lain, keluarga meminta penyidik mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.

Michael menilai insiden drag race tidak berdiri sebagai sebuah peristiwa tunggal yang hanya berkaitan dengan pengemudi atau pebalap yang berada di balik kemudi ketika kecelakaan terjadi.

Menurutnya, penyidik perlu menelusuri seluruh rangkaian penyelenggaraan kegiatan sejak tahap awal.

Mulai dari proses pendaftaran peserta, kepanitiaan, proposal kegiatan, rekomendasi, surat pengantar dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), hingga proses perizinan.

“Ini adalah suatu rangkaian peristiwa yang dimulai dari tahap awal. Ada pendaftaran sebagai peserta, bahkan sebelumnya bagaimana sehingga drag race ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Michael berharap seluruh pihak yang memiliki peran dalam penyelenggaraan kegiatan diperiksa secara komprehensif.

“Mulai dari proposal di awal dari panitia, rekomendasi-rekomendasi yang diberikan, surat pengantar dari IMI, dan seterusnya sampai ada surat izin dari kepolisian,” katanya.

Minta Penyidikan Objektif

Pernyataan Kapolda Sulawesi Utara mengenai kemungkinan pengemudi menjadi tersangka juga menjadi perhatian keluarga.

Michael menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia meminta seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Bagi keluarga, yang terpenting adalah penyidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan fakta hukum.

“Kami sepakat bahwa proses penyidikan ini harus sangat objektif, harus ada parameternya,” ujar Michael.

Keluarga pun kembali memastikan Kristian akan hadir memenuhi pemeriksaan ketika kondisi medisnya telah memungkinkan.

“Kalau memang yang bersangkutan sudah dalam keadaan bisa memberikan keterangan, kami tentu akan segera menghadirkannya kepada penyidik di Polda Sulawesi Utara,” tutup Michael.

Kini, di tengah duka atas jatuhnya korban jiwa, perhatian tertuju pada proses penyidikan Polda Sulut. Bukan hanya untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, tetapi juga untuk memastikan seluruh rangkaian penyelenggaraan ajang drag race diperiksa secara utuh dan terang.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *