SMSI GMIM RESMI DITUNDA! REVISI TATA GEREJA BELUM RAMPUNG.

Wednesday, 16 September 2026, 03:46 am

BPMS Mohon Maaf kepada Panitia, Pelsus, dan Seluruh Jemaat

TOMOHON, Suara Rakyat News – Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM resmi menunda pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) GMIM 2026 yang semula dijadwalkan pada 6–8 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil karena materi Revisi Tata Gereja (TG) masih dalam tahap penyempurnaan dan membutuhkan waktu tambahan sebelum dibahas dalam forum persidangan.

Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada panitia, Pelayan Khusus (Pelsus), serta seluruh warga GMIM atas perubahan jadwal tersebut.

Permohonan maaf itu disampaikan dalam rapat bersama Panitia SMSI 2026 di Kantor Sinode GMIM, Tomohon, Selasa (4/8/2026). Rapat dihadiri Sekretaris BPMS GMIM Pdt. Dr. Evert Tangel, Ketua Panitia SMSI Recky Langie, serta jajaran panitia inti.

Pdt. Adolf mengatakan keputusan menunda sidang bukanlah keputusan yang mudah. Ia menyadari ribuan Pelayan Khusus di berbagai jemaat telah menyesuaikan jadwal pelayanan, sementara panitia lokal di wilayah Manado Barat Daya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.

> “Atas nama BPMS GMIM, kami memohon maaf kepada seluruh panitia, Pelayan Khusus, dan jemaat yang telah mempersiapkan diri untuk pelaksanaan SMSI sesuai jadwal semula,” ujarnya.

Menurut BPMS, penundaan dilakukan agar pembahasan Revisi Tata Gereja dapat diselesaikan secara lebih matang dan komprehensif. Draf materi diperkirakan masih memerlukan waktu sekitar dua pekan untuk penyempurnaan sebelum dibawa ke Sidang Majelis Sinode Istimewa.

Dengan penyesuaian tersebut, SMSI GMIM 2026 direncanakan akan dilaksanakan pada akhir September 2026.

BPMS berharap seluruh jemaat dapat memahami keputusan ini sebagai bagian dari komitmen gereja untuk memastikan setiap perubahan Tata Gereja dibahas secara cermat, sehingga menghasilkan keputusan yang berkualitas dan menjadi landasan yang kokoh bagi pelayanan GMIM di masa mendatang.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *