Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Saat Mata Uang Tetangga Justru Menguat

Tuesday, 19 May 2026, 04:42 am

Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menembus angka Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (USD). Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.


Menariknya, di saat rupiah melemah, mata uang negara tetangga justru menunjukkan tren berbeda. Ringgit Malaysia tercatat menguat sekitar 0,38 persen terhadap dolar AS pada periode yang sama.


Perbedaan arah pergerakan ini memunculkan pertanyaan: apakah tekanan terhadap rupiah semata-mata dipicu faktor global, atau ada persoalan domestik yang turut memperburuk kondisi?


Sejumlah faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, serta ketidakpastian ekonomi global memang menjadi penyebab utama tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Namun, pengamat menilai faktor internal juga tidak bisa diabaikan, mulai dari persepsi pasar, stabilitas ekonomi, hingga kebijakan fiskal dan moneter dalam negeri.


Pelemahan rupiah bukan sekadar angka di pasar keuangan.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama melalui kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap daya beli, serta potensi meningkatnya inflasi.


Dengan kondisi ini, pemerintah dan otoritas terkait diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus memperkuat fundamental ekonomi domestik agar tidak terus tertinggal dibanding negara lain di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *