Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Mata uang Garuda berada di level Rp17.080 per dolar Amerika Serikat, turun 45 poin atau 0,26 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia.
Ringgit Malaysia terkoreksi 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,19 persen, won Korea Selatan turun 0,20 persen, dan yen Jepang tertekan 0,14 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen, sedangkan pergerakan yuan Cina belum tersedia.
Tekanan juga terjadi pada mata uang utama negara maju.
Euro melemah 0,14 persen, poundsterling turun 0,15 persen, dan franc Swiss tergerus 0,23 persen. Dolar Australia merosot 0,26 persen, sementara dolar Kanada turun 0,14 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Sentimen tersebut menguat setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi serangan terhadap infrastruktur Iran.
“Trump kembali menegaskan bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Selasa,” ujar Lukman.
Menurut dia, pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS.
Penguatan Indeks Dolar AS (DXY) turut menekan mata uang global. Hingga pukul 12.10 WIB, DXY tercatat naik 0,05 persen ke level 100,04, setelah sempat menyentuh 100,15 pada pagi hari.
Rupiah Melemah ke Rp17.080, Terseret Kekhawatiran Konflik Timur Tengah
Tuesday, 19 May 2026, 03:57 am



