PRABOWO TEGAS: MINTA PEMDA HAPUS ANGGARAN ULTAH, LEBIH BAIK UNTUK SEKOLAH DAN GURU!

Wednesday, 16 September 2026, 04:56 am

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah menghentikan kebiasaan mengalokasikan anggaran besar untuk kegiatan seremonial, termasuk perayaan ulang tahun daerah maupun institusi pemerintahan.

Prabowo menilai uang negara harus diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Ia menyebut perbaikan sekolah, peningkatan pelayanan rumah sakit, hingga kesejahteraan guru jauh lebih penting dibandingkan menggelar seremoni secara berlebihan.

“Saya berharap juga di semua provinsi dan semua kabupaten kota jangan ada anggaran untuk merayakan ulang tahun, ulang tahun besar-besaran. Lebih baik perbaiki sekolah, perbaiki rumah sakit, tingkatkan gaji guru daripada seremoni, upacara, upacara, upacara,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas agenda efisiensi pemerintahan yang didorong Prabowo. Belanja yang dinilai tidak produktif diminta dipangkas dan dialihkan untuk program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Prabowo juga mengapresiasi lembaga negara di tingkat pusat yang telah menerapkan kebijakan efisiensi dengan menghapus anggaran perayaan ulang tahun kementerian.

Menurutnya, kegiatan peringatan institusi pemerintahan tidak perlu digelar secara mewah.

“Saya gembira sekarang tidak ada lagi anggaran untuk ulang tahun kementerian. Ulang tahun kementerian cukup potong tumpeng di kantor saja,” ujarnya.

PRABOWO PERINGATKAN PEMDA: JANGAN MAIN-MAIN DENGAN UANG NEGARA

Peringatan Prabowo tidak berhenti pada belanja seremonial. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, baik pusat maupun daerah, agar tidak menyalahgunakan uang negara.

Praktik korupsi, penipuan hingga penggelembungan anggaran, kata Prabowo, tidak boleh mendapat ruang dalam pengelolaan keuangan pemerintah.

Untuk memperketat pengawasan, pemerintah akan membentuk satu lembaga yang bertugas mengonsolidasikan seluruh pembelanjaan pemerintah.

“Kita akan buat satu lembaga yang mengonsolidasikan semua pembelanjaan pemerintah di satu lembaga. Pemerintah harus lebih efisien di setiap tingkatan. Kita harus kurangi semua pengeluaran tidak efisien,” tegasnya.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan efisiensi, sekaligus mempersempit celah kebocoran dalam belanja pemerintah.

Prabowo ingin setiap rupiah uang negara memiliki manfaat yang jelas dan kembali kepada kepentingan masyarakat.

Pesannya tegas: uang rakyat bukan untuk dihabiskan dalam seremoni yang tidak mendesak. Jika harus memilih, sekolah, rumah sakit, guru, dan kebutuhan masyarakat harus berada di garis depan.

Uang negara harus bekerja untuk rakyat—bukan habis untuk pesta.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *