Prabowo Minta Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis, Publik: Bahasa Inggris Saja Belum Beres

Monday, 15 June 2026, 09:33 am

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis mulai diperkenalkan di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan langsung saat bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada 28 Mei 2026.

Di hadapan Macron, Prabowo menilai penguasaan bahasa Prancis penting untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Prancis, terutama di bidang pendidikan, budaya, teknologi, serta kerja sama internasional.

Namun, pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik. Pasalnya, wacana itu muncul di tengah berbagai persoalan pendidikan nasional yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, mulai dari rendahnya literasi siswa, ketimpangan kualitas pendidikan antardaerah, hingga kemampuan bahasa Inggris yang dinilai belum merata.

Belum ada penjelasan rinci mengenai skema penerapan kebijakan tersebut, termasuk apakah bahasa Prancis akan menjadi mata pelajaran wajib, program pilihan, atau bagian dari kerja sama pendidikan bilateral Indonesia-Prancis.

Sejumlah pengamat menilai langkah itu bisa menjadi peluang membuka akses generasi muda Indonesia ke dunia global, terutama Eropa. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan urgensinya di tengah kondisi pendidikan nasional yang masih menghadapi banyak tantangan mendasar.

Wacana ini pun memunculkan perdebatan di ruang publik. Sebagian mendukung sebagai langkah modernisasi pendidikan dan diplomasi internasional, sementara lainnya menilai pemerintah seharusnya lebih dulu fokus membenahi kualitas pendidikan dasar sebelum menambah orientasi bahasa asing baru di sekolah.

Kini publik menanti: apakah kebijakan ini akan benar-benar diterapkan secara nasional, atau hanya menjadi bagian dari simbol diplomasi Indonesia di panggung internasional?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *