FERDINAND: “PANCINGAN PRABOWO JITU!” Klaim Istilah “Londo Ireng” Sengaja Dilempar untuk Menguji Reaksi Para Pengkritik Presiden Keluar

Wednesday, 16 September 2026, 03:36 am

JAKARTA, SUARA RAKYAT NEWS – Polemik penggunaan istilah “londo ireng” yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memicu perdebatan publik. Di tengah beragam kritik yang bermunculan, politikus Ferdinand Hutahaean justru menilai ucapan Presiden merupakan strategi komunikasi yang sengaja digunakan untuk memancing reaksi para pengkritiknya.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @ferdinand_hutahaean pada Minggu (26/7/2026), Ferdinand menyebut pidato Prabowo bukan sekadar pernyataan spontan. Menurutnya, istilah “londo ireng” sengaja dilontarkan sebagai “pancingan” untuk melihat siapa saja yang akan bereaksi.

Menurut Ferdinand, respons yang bermunculan setelah pidato Presiden menjadi indikasi, menurut penilaiannya, mengenai pihak-pihak yang dimaksud dengan istilah tersebut.

> “Pancingan Presiden benar-benar jitu. Masih ingat beberapa hari lalu pidato Pak Prabowo di Harlah PKB yang menyebut tentang londo ireng? Setelah pancingan itu dilempar oleh Presiden, para ‘londo ireng’ itu pun serentak keluar,” ujar Ferdinand.

Ia bahkan mengaitkan strategi tersebut dengan metode yang dikenal dalam dunia intelijen.

> “Dalam dunia intelijen, pancingan Presiden ini mantap. Beliau melempar umpan, maka ‘londo ireng’-nya keluar serentak,” katanya.

Ferdinand kemudian menyampaikan pandangannya bahwa pihak-pihak yang mengkritik Presiden atas penggunaan istilah “londo ireng”, baik dari kalangan politisi, jurnalis, LSM, maupun pengamat, merupakan kelompok yang menurut penilaiannya dimaksud dalam pidato tersebut.

> “Siapa ‘londo ireng’-nya? Lihat saja siapa politisi, jurnalis, LSM, maupun pengamat yang menyerang Presiden karena istilah itu. Menurut saya, merekalah yang dimaksud,” ucapnya.

Pernyataan Ferdinand menambah panjang perdebatan mengenai penggunaan istilah “londo ireng” yang disampaikan Presiden Prabowo. Sebelumnya, istilah tersebut menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Sebagian menilai penggunaan istilah itu tidak tepat, sementara pihak lain menganggapnya sebagai bagian dari kritik politik yang disampaikan Presiden.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Presiden Prabowo mengenai pihak yang dimaksud dengan penggunaan istilah tersebut. Sementara itu, pernyataan Ferdinand merupakan pandangan pribadinya yang disampaikan melalui media sosial dan menjadi bagian dari dinamika diskusi publik yang berkembang.

Catatan Redaksi: Seluruh pernyataan mengenai makna istilah “londo ireng” dalam berita ini merupakan pendapat Ferdinand Hutahaean dan tidak dapat dimaknai sebagai konfirmasi atas maksud Presiden Prabowo Subianto.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *