JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan 414 rekening bermasalah, terdiri atas rekening ganda dan rekening milik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum beroperasi. Temuan tersebut diperoleh setelah BGN melakukan verifikasi terhadap 27.469 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan hasil penelusuran itu mengungkap adanya aliran dana ke rekening yang tidak semestinya. Menurut dia, BGN berhasil mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp311,2 miliar dengan menarik kembali dana tersebut dan menyetorkannya ke kas negara.
“Kami menduga ada oknum terdahulu di dalam BGN yang mengirimkan dana ke rekening ganda atau rekening dapur yang belum beroperasi. Namun, pembuktiannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Sudaryono menegaskan dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum. Seluruh hasil verifikasi dan data pendukung telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ditanya mengenai kemungkinan keterkaitan temuan tersebut dengan mantan petinggi BGN yang saat ini tengah menjalani proses hukum, Sudaryono mengaku memiliki dugaan ke arah tersebut. Namun, ia menekankan bahwa penentuan pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.
Ia menjelaskan terdapat dua kemungkinan motif di balik penyaluran dana ke ratusan rekening bermasalah itu. Pertama, adanya dugaan niat jahat untuk menguasai dana negara. Kedua, dugaan manipulasi administrasi agar penyerapan anggaran terlihat tinggi meski pelaksanaan program belum berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau memang ditemukan unsur niat jahat untuk mengambil uang negara, tentu kami serahkan kepada penegak hukum,” ujarnya.
BGN menyebut seluruh dana senilai Rp311,2 miliar telah berhasil ditarik kembali melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), kemudian disetorkan ke kas negara sehingga potensi kerugian negara dapat dicegah.
BGN juga memastikan akan memperketat sistem pengawasan dan verifikasi penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis agar penyimpangan serupa tidak kembali terjadi. Sementara itu, aparat penegak hukum masih mendalami temuan tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Redaksi/ SRN



