Kepala BGN Sudaryono Tutup 1.999 Dapur MBG, Tak Daftar SLHS Jadi Alasan

Wednesday, 16 September 2026, 03:46 am

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap ribuan dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara setelah diketahui belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Keputusan tersebut diumumkan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (7/9/2026), setelah pihaknya melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Yang menjadi sorotan, 1.999 dapur tersebut bukan sekadar sudah mendaftar tetapi belum memenuhi persyaratan. BGN menyebut dapur-dapur tersebut bahkan belum melakukan pendaftaran SLHS sama sekali ke Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” tegas Sudaryono.

BGN menyatakan kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi merupakan syarat mutlak bagi dapur yang menjalankan program MBG. Karena itu, setelah melalui tahapan konfirmasi dan evaluasi, ribuan dapur tersebut dihentikan sementara untuk menjalani investigasi lebih lanjut.

Data BGN per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB menunjukkan, dari total awal 27.485 dapur SPPG, hasil penyisiran sementara menetapkan 27.022 dapur. Dalam proses verifikasi bersama Kementerian Kesehatan, ditemukan 1.999 dapur yang belum mendaftarkan SLHS.

Sebaran dapur yang ditutup cukup besar. Wilayah 1 tercatat 351 dapur, Wilayah 2 sebanyak 1.417 dapur, dan Wilayah 3 sebanyak 231 dapur.

Sudaryono menegaskan, penutupan tersebut dilakukan bukan untuk menghentikan program MBG secara keseluruhan, melainkan memastikan setiap dapur yang menjadi bagian dari program memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi.

“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” kata Sudaryono.

Langkah tersebut menjadi perhatian serius karena dapur SPPG merupakan bagian penting dari rantai penyediaan makanan bagi penerima manfaat MBG. BGN menegaskan aspek keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat tidak boleh dikompromikan.

Dengan penutupan sementara 1.999 dapur tersebut, BGN kini akan melakukan investigasi dan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut terhadap masing-masing SPPG.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *