KORBAN TEWAS JADI 8! POLDA SULUT AMBIL ALIH PENANGANAN TRAGEDI DRAG RACE KOTAMOBAGU

Wednesday, 16 September 2026, 05:51 am

KOTAMOBAGU – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut pada Kejurda Open Turnamen Tidar Drag Race 2026 di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, bertambah menjadi 8 orang.

Total korban dalam tragedi tersebut kini mencapai 17 orang, terdiri dari delapan orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta satu orang mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.

Perkembangan terbaru itu disampaikan saat Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie turun langsung melayat ke rumah duka dan menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan, dikutip Senin (10/8/2026).

Kapolda didampingi Karo Ops Polda Sulut, Dirlantas Polda Sulut, serta jajaran Forkopimda Kota Kotamobagu.

Kedatangan Kapolda menjadi bentuk empati Polri kepada keluarga korban yang tengah berduka sekaligus memberikan dukungan kepada para korban yang masih menjalani perawatan.

> “Semoga arwah korban diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk para korban luka, mari kita berdoa bersama agar diberikan kesembuhan,” ujar Roycke.

Penanganan Perkara Ditarik ke Polda Sulut

Di tengah bertambahnya korban jiwa, Kapolda memastikan proses hukum atas kecelakaan tersebut akan dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel.

Penanganan perkara akan ditarik ke tingkat Polda Sulut untuk memastikan proses penyidikan dilakukan secara menyeluruh.

Polisi akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta berbagai faktor yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dan aspek keselamatan di lokasi.

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan tragedi yang terjadi dalam ajang balap tersebut.

17 Orang Jadi Korban

Kecelakaan terjadi ketika kendaraan peserta drag race kehilangan kendali dan kemudian menghantam penonton yang berada di sekitar lintasan.

Akibat kejadian tersebut, 17 orang menjadi korban, dengan rincian:

8 orang meninggal dunia,
8 orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan,
1 orang mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.

Tragedi tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan perhatian serius terhadap aspek keselamatan dalam penyelenggaraan olahraga otomotif.

Publik Menunggu Hasil Penyidikan

Kapolda Sulut mengajak masyarakat untuk saling menguatkan dan memberikan dukungan kepada keluarga korban serta para korban yang masih menjalani perawatan.

Ia juga berharap tragedi tersebut menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kini, perhatian publik tertuju pada proses penyidikan Polda Sulut. Masyarakat menunggu jawaban mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan bagaimana sistem keselamatan diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Aspek yang perlu didalami antara lain kondisi lintasan, area pengereman, posisi penonton, sistem pengamanan, serta prosedur keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Namun, seluruh dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyidikan. Belum ada kesimpulan mengenai adanya kelalaian sebelum hasil pemeriksaan kepolisian menyatakan hal tersebut.

Tragedi ini menjadi duka besar bagi keluarga delapan korban yang meninggal dunia sekaligus menjadi peringatan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan ajang balap.

Polri memastikan proses hukum berjalan. Publik kini menunggu hasil penyidikan untuk mengetahui secara terang apa yang terjadi di balik tragedi maut tersebut.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *