MILAN DIPERMALUKAN CHELSEA 0-3 DI GBK! AMORIM: KAMI SEDANG UBAH TOTAL GAYA BERMAIN

Wednesday, 16 September 2026, 06:55 am

JAKARTA – AC Milan harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Chelsea dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Kekalahan ini menjadi pukulan dalam persiapan Rossoneri menghadapi musim 2026/2027.

Chelsea tampil lebih efektif dan mencetak tiga gol melalui João Pedro yang memborong dua gol serta Moisés Caicedo yang menambah satu gol.

Yang membuat kekalahan Milan semakin mencolok, Rossoneri gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Chelsea melepaskan 18 tembakan, sementara Milan hanya lima.

AMORIM TAK MENUTUPI: MILAN SEDANG DIROMBAK

Pelatih AC Milan Rúben Amorim tidak menutupi bahwa timnya masih berada dalam proses perubahan besar.

Menurutnya, pertandingan melawan Chelsea memang menjadi bagian dari persiapan untuk menguji pemain dan menemukan formula terbaik sebelum pertandingan resmi dimulai.

Amorim juga menegaskan Milan sedang berusaha mengubah cara bermain secara menyeluruh.

> “Kami sedang mengubah total cara kami bermain, jadi kami akan siap.”

Bagi Amorim, hasil pertandingan pramusim tidak boleh dilihat secara terpisah dari proses pembangunan tim. Ia menyebut Milan masih harus membuat sejumlah keputusan terhadap komposisi skuad yang cukup besar setelah menjalani rangkaian persiapan di Asia.

3-0 DI GBK JADI PEKERJAAN RUMAH

Kekalahan dari Chelsea sekaligus memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Milan.

Chelsea mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik, sementara Milan kesulitan menciptakan ancaman serius di depan gawang.

Namun, pertandingan tersebut bukan laga kompetitif resmi sehingga skor 0-3 belum bisa dijadikan ukuran mutlak kekuatan Milan untuk satu musim penuh.

Yang kini menjadi perhatian adalah seberapa cepat Amorim mampu menerjemahkan filosofi barunya ke dalam permainan tim.

MUSIM BARU MENJADI UJIAN SEBENARNYA

Bagi Milan, laga di GBK memberikan pelajaran penting sebelum memasuki musim 2026/2027.

Amorim mendapatkan kesempatan untuk melihat kemampuan pemain, menguji sistem permainan, sekaligus menentukan siapa yang benar-benar masuk dalam rencana utamanya.

Namun, waktu terus berjalan.

Kekalahan 0-3 dari Chelsea boleh disebut sebagai bagian dari pramusim. Tetapi ketika musim resmi dimulai, alasan tersebut tidak lagi cukup.

Kini tantangannya jelas: bisakah perubahan total yang dijanjikan Amorim mengubah Milan menjadi tim yang lebih kompetitif ketika pertandingan sesungguhnya dimulai?

Bagi Rossoneri, jawaban atas pertanyaan itu akan ditentukan bukan di GBK, melainkan di sepanjang musim 2026/2027.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *