SATU-SATUNYA DI INDONESIA! Pemprov Jabar Buka Saldo Kas Setiap Hari, Publik Bisa Awasi Uang Daerah

Wednesday, 16 September 2026, 05:53 am

SUARA RAKYAT NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencetak terobosan baru dalam tata kelola keuangan daerah. Hingga Jumat (19/6/2026) pukul 17.00 WIB, Pemprov Jabar menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang secara rutin mempublikasikan posisi Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) setiap hari kepada masyarakat.

Langkah ini menjadikan warga dapat memantau langsung kondisi keuangan daerah secara real-time, mulai dari penerimaan, pengeluaran, hingga saldo kas yang tersedia. Transparansi yang dilakukan bahkan tetap dijalankan ketika neraca harian mencatat defisit.

Data RKUD menunjukkan, pada 19 Juni 2026, Pemprov Jabar membukukan penerimaan sebesar Rp33,77 miliar, sementara pengeluaran mencapai Rp125,82 miliar. Selisih tersebut membuat terjadi defisit operasional harian sebesar Rp92 miliar lebih.

Meski demikian, posisi kas daerah masih terjaga dengan saldo akhir mencapai Rp145,99 miliar. Angka ini menunjukkan kemampuan likuiditas pemerintah daerah masih memadai untuk menjaga jalannya pemerintahan dan pelayanan publik.

Bergantung pada Pajak Kendaraan

Struktur pendapatan Jawa Barat masih sangat bergantung pada sektor kendaraan bermotor. Dari total penerimaan Rp33,77 miliar, sebesar Rp17,27 miliar berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sedangkan Rp15,21 miliar berasal dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Artinya, sekitar 96 persen pemasukan daerah pada hari itu ditopang dua sumber tersebut. Sementara kontribusi dari pajak dan retribusi lainnya masih relatif kecil.

Ketergantungan yang tinggi terhadap sektor otomotif ini menjadi sinyal penting bagi Pemprov Jabar untuk memperluas sumber pendapatan agar lebih tahan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pasar kendaraan.

Belanja Pegawai Serap 74 Persen Pengeluaran

Di sisi pengeluaran, belanja pegawai mendominasi dengan nilai Rp93,35 miliar atau sekitar 74 persen dari total pengeluaran harian.

Selain itu, Pemprov Jabar mengalokasikan Rp17,27 miliar untuk belanja modal, Rp12,66 miliar untuk belanja barang dan jasa, serta Rp2,53 miliar untuk bantuan keuangan desa.

Besarnya porsi belanja pegawai menunjukkan tingginya beban operasional birokrasi. Namun, keberadaan belanja modal mengindikasikan investasi terhadap pembangunan dan aset daerah tetap berjalan.

Transparansi Bukan Pencitraan, Tapi Alat Kontrol Publik

Nilai paling penting dari laporan harian ini bukan hanya soal besarnya saldo kas yang tersisa, melainkan keberanian membuka kondisi keuangan daerah secara terbuka kepada masyarakat setiap hari.

Dengan akses terhadap data tersebut, publik dapat melakukan pengawasan langsung terhadap pengelolaan uang daerah tanpa harus menunggu laporan tahunan atau hasil audit.

Jika sebagian besar pemerintah daerah masih menempatkan data fiskal sebagai informasi yang terbatas, Jawa Barat justru membuka neraca keuangannya setiap sore. Sebuah langkah yang dinilai menetapkan standar baru dalam transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di Indonesia.

(Redaksi/Suara Rakyat News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *