Prabowo: Kunjungan Luar Negeri Presiden Selalu Jadi Sasaran Kritik, Polanya Berulang dari Era ke Era

Saturday, 13 June 2026, 13:57 pm

SUARA RAKYAT NEWS – Prabowo Subianto menanggapi kritik publik terkait intensitas kunjungan kerjanya ke luar negeri yang kembali menjadi perbincangan di ruang politik nasional.

Prabowo menilai, sorotan terhadap aktivitas presiden, khususnya terkait perjalanan luar negeri, merupakan pola yang terus berulang dari satu periode pemerintahan ke periode berikutnya.

Ia menyinggung bahwa pada masa kepemimpinan Joko Widodo, kritik justru muncul karena dianggap terlalu jarang melakukan kunjungan luar negeri. Sementara saat ini, kritik bergeser karena dinilai terlalu sering melakukan perjalanan diplomatik.

“Dulu dikritik karena jarang ke luar negeri, sekarang dikritik karena sering. Jadi presiden memang selalu jadi sasaran kritik,” demikian inti pernyataan Prabowo.

Di tengah perdebatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berada pada jalur bebas aktif dan non-blok. Indonesia, menurutnya, tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun, namun tetap membuka hubungan kerja sama dengan seluruh negara.

Ia juga menyinggung pendekatan diplomasi yang luas dengan berbagai pemimpin dunia, termasuk Vladimir Putin dan Donald Trump, sebagai bagian dari strategi memperluas relasi internasional Indonesia.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan filosofi diplomasi yang ia pegang: “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.”

Pernyataan ini kembali memicu diskusi publik mengenai batas antara efektivitas diplomasi luar negeri dan persepsi publik terhadap prioritas kerja seorang presiden di tengah dinamika domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *