Ini jarang dibahas di mimbar, tetapi sering dibicarakan jemaat.
Benarkah di sebagian gereja, yang paling besar memberi akhirnya paling didengar, paling dihormati, dan paling sulit ditegur?
Tanpa sadar, uang kadang mulai memengaruhi sikap, keputusan, bahkan keberanian untuk berkata benar.
Kalimat mulai dijaga.
Kebenaran mulai dipelankan.
Altar perlahan kalah oleh nominal.
Padahal gereja dibangun oleh darah Kristus — bukan oleh besar kecilnya persembahan.
Tuhan tidak melihat siapa yang memberi paling banyak, tetapi siapa yang memberi dengan hati yang tulus.
Persembahan janda miskin lebih diperhitungkan Tuhan, karena ia memberi dari kekurangan, bukan dari kelebihan.
Ketika gereja lebih takut kehilangan donatur daripada kehilangan hadirat Tuhan, di situlah bahaya mulai terjadi.
Karena gereja bukan milik orang kaya.
Bukan tempat membeli pengaruh.
Gereja adalah milik Tuhan.
“Allah tidak memandang muka.” — Roma 2:11
FAKTA ATAU HOAX: YANG PALING BESAR MEMBERI, PALING BESAR MENGENDALIKAN?
Saturday, 13 June 2026, 17:34 pm



