152 Murid SMP Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bupati Tana Toraja: Pasien Membaik

Wednesday, 16 September 2026, 03:42 am

TANA TORAJA — Sebanyak 152 murid dan guru SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami sejumlah gangguan kesehatan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para korban mulai mengeluhkan mual, sakit perut, sakit kepala, muntah hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).

Dinas Kesehatan Tana Toraja mencatat para korban mendapat penanganan di tiga rumah sakit, yakni RS Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima. Jumlah korban yang semula tercatat 136 orang kemudian bertambah menjadi 152 orang.

Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi, ayam bumbu kuning, tempe goreng tepung, tumis labu siam, wortel dan jagung, serta buah melon. Makanan tersebut didistribusikan oleh SPPG Batupapan 1, yang melayani sejumlah sekolah di wilayah tersebut.

Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg bersama Wakil Bupati Erianto Paundanan telah meninjau langsung kondisi para korban di rumah sakit. Pemerintah daerah menyatakan kondisi pasien berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis.

Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut. Tim kesehatan masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber kejadian.

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa dan guru telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk mengungkap penyebab munculnya gejala secara bersamaan pada puluhan siswa dan guru.

Insiden ini kembali menempatkan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG dalam sorotan. Pengawasan tidak hanya diperlukan terhadap bahan makanan, tetapi juga proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi sebelum makanan diterima para penerima manfaat.

Dengan 152 murid dan guru terdampak dalam satu wilayah layanan, hasil investigasi pemerintah dan pemeriksaan sampel makanan kini ditunggu untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *