KPK BIDIK PIHAK YANG TAHU SELISIH 2.000 DOLAR SINGAPURA DARI AMPLOP MENHUT

Wednesday, 16 September 2026, 04:56 am

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam asal-usul selisih 2.000 dolar Singapura dari uang dalam amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

Dari total 14.000 dolar Singapura yang diberikan, hanya 12.000 dolar Singapura yang dikembalikan. Selisih tersebut kini menjadi perhatian penyidik KPK.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik akan menelusuri pihak-pihak yang mengetahui proses pemberian hingga pengembalian uang tersebut.

“Selisih 2.000 dolar Singapura itu tentu nanti penyidik akan telusuri, akan dalami kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui mengapa ada selisih antara pemberian dan pengembalian tersebut,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

KPK juga membuka kemungkinan meminta keterangan dari pihak yang terlibat dalam proses pengembalian amplop. Ajudan Menhut hingga Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana disebut sebagai pihak yang berpotensi dimintai keterangan jika penyidik menemukan adanya informasi yang relevan.

Meski demikian, Budi belum mengungkap siapa saja yang akan dipanggil. KPK masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk memastikan penyebab perbedaan antara jumlah uang yang diberikan dan yang dikembalikan.

KPK meminta publik menunggu perkembangan penyidikan. Keberadaan 2.000 dolar Singapura yang belum kembali menjadi salah satu titik penting yang kini tengah ditelusuri penyidik.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *