Bali Baru atau Bom Waktu? Likupang Dihantui Isu Pencemaran Tambang!

Tuesday, 19 May 2026, 04:38 am

Minahasa Utara — Likupang selama ini dijual sebagai surga wisata masa depan Indonesia. Tapi kini muncul pertanyaan yang mulai bikin publik gelisah:

Apakah Likupang sedang dibangun… atau justru perlahan dikorbankan?

Dugaan pencemaran Sungai Marawuwung yang mengalir hingga ke laut Selat Likupang memicu kekhawatiran serius. Jika benar terjadi, dampaknya bukan Cuma soal air keruh—tapi bisa menghantam terumbu karang, mematikan biota laut, dan menghancurkan ekonomi nelayan.

Yang bikin panas, semua ini terjadi di kawasan yang statusnya prioritas nasional.


Publik pun mulai bersuara:
👉 Kenapa isu sebesar ini belum terlihat ditangani secara terbuka?

👉 Apakah pengawasan benar-benar berjalan?
👉 Atau ada yang sengaja “ditahan”?

Lembaga Anti Korupsi dan Pemerhati Pembangunan Nasional (Lak-P2N) ikut menyoroti keras. Ketua Umumnya, Novie Ngangi, mengingatkan bahwa jika dugaan ini terbukti dan dibiarkan, dampaknya bisa lebih luas dari yang dibayangkan.

Sorotan juga mengarah ke aktivitas tambang, termasuk yang dijalankan oleh PT Archi Indonesia Tbk.

Publik kini menunggu transparansi: apakah semua sudah sesuai aturan, atau justru ada celah yang luput dari perhatian?

Desakan pun menguat agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral segera turun tangan. Audit diminta dilakukan secara terbuka—bukan diam-diam.

Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong ikut memantau jika ada potensi persoalan dalam tata kelola dan perizinan.

Karena kalau semua ini benar…
Yang hilang bukan Cuma lingkungan.


Yang hilang adalah kepercayaan.
Dan kalau kepercayaan sudah hilang,


Pariwisata bisa runtuh tanpa perlu menunggu kerusakan total.
***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *