Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengecam keras terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Trump menyebut proses pemilihan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”. Ia bahkan meremehkan Mojtaba dengan menyebutnya sebagai sosok pemimpin yang lemah.
Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan peringatan keras bahwa pemimpin Iran berikutnya “tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.”
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang kembali memanas akibat dinamika konflik dan persaingan pengaruh di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini menambah kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
Sumber: Reuters



