Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat mendapat penguatan dari sisi pengawasan publik. Gubernur Jawa Barat, Deddy Mulyadi atau (KDM), mengajak siswa, orang tua, dan guru untuk turut berperan aktif mengawal pelaksanaan program tersebut di lapangan.
Dalam pernyataannya, KDM menyampaikan agar setiap menu MBG yang nilainya kurang dari Rp10 ribu diposting ke media sosial sebagai bentuk kontrol dan transparansi. Langkah ini disebut sebagai edukasi publik sekaligus mekanisme pengawasan terbuka agar dana negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan kualitas dan porsi makanan yang diterima siswa sesuai standar gizi dan ketentuan anggaran. Dengan keterbukaan informasi, potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini.
“Kalau ada menu yang tidak sesuai nilai anggaran atau standar yang sudah ditetapkan, silakan difoto dan diposting. Itu bagian dari pengawasan bersama,” tegasnya.
KDM menilai, partisipasi aktif dari siswa, guru, dan orang tua bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak sekolah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa dapur MBG yang tidak memenuhi ketentuan atau standar anggaran dapat dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan ragu menindak pihak yang terbukti melanggar.
Langkah ini dinilai sebagai contoh praktik transparansi yang bisa diterapkan di berbagai daerah, khususnya dalam program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan pengawasan kolektif, pelaksanaan MBG diharapkan semakin akuntabel, berkualitas, dan benar-benar mendukung tumbuh kembang generasi muda di Sulawesi Utara.
(TR**)



