JAKARTA — Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening secara massal bagi sekitar 200 juta lebih penduduk Indonesia. Dalam rencana tersebut, setiap rekening akan diberikan saldo awal Rp50 ribu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp11 triliun untuk menjalankan program tersebut.
Pembukaan rekening akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat mulai berjalan sebelum akhir 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendorong inklusi keuangan.
Namun, angka Rp11 triliun yang disebut Airlangga belum menjadi angka final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran program pembukaan rekening bagi sekitar 200 juta warga tersebut masih dalam pembahasan. Dengan demikian, besaran anggaran maupun mekanisme pembiayaannya masih dapat berubah.
Purbaya juga membuka kemungkinan saldo awal Rp50 ribu tersebut dibiayai melalui APBN, tetapi pemerintah masih menghitung skema yang paling tepat.
Program ini menjadi perhatian karena skalanya sangat besar. Jika seluruh target terealisasi, pemerintah akan membuka rekening bagi ratusan juta masyarakat dengan nilai saldo awal yang jika dikalikan secara keseluruhan mencapai sekitar Rp10 triliun. Sementara kebutuhan program secara keseluruhan disebut mencapai sekitar Rp11 triliun.
Karena melibatkan anggaran negara dan data masyarakat dalam jumlah sangat besar, pemerintah perlu memastikan program tersebut memiliki mekanisme yang jelas, transparan, dan tepat sasaran.
Publik juga menunggu penjelasan lebih rinci mengenai sumber anggaran, bank pelaksana, kriteria penerima, mekanisme pembukaan rekening, hingga penggunaan saldo awal Rp50 ribu.
Dengan demikian, program ini bukan sekadar soal pembukaan rekening massal, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah memastikan dana publik dan data ratusan juta masyarakat dikelola secara akuntabel.
Redaksi/ SRN



