Prabowo Ingatkan Ancaman Bencana: “Ini Takdir Kita, Kita Harus Siap!”

Wednesday, 16 September 2026, 03:46 am

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, bukan hanya bergerak ketika bencana sudah terjadi.

Menurut Prabowo, posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat ancaman gempa bumi, erupsi gunung api, hingga berbagai bencana hidrometeorologi menjadi risiko yang harus dihadapi setiap saat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan bencana, Senin (7/9/2026).

Prabowo menyebut kondisi geografis Indonesia merupakan kenyataan yang tidak dapat diubah. Karena itu, negara harus memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang mampu mengantisipasi ancaman sekaligus mempercepat respons ketika bencana terjadi.

«“Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi, ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” ujar Prabowo.»

Anggaran Mitigasi Diminta Ditambah Signifikan

Presiden menilai berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa kesiapan tidak boleh baru dibangun setelah korban dan kerugian muncul.

Pemerintah, kata dia, harus memperkuat langkah antisipasi agar dampak bencana dapat ditekan sedini mungkin.

Karena itu, Prabowo secara tegas meminta agar anggaran untuk mitigasi bencana ditingkatkan secara signifikan.

«“Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” tegasnya.»

Menurut Prabowo, peningkatan anggaran tersebut diperlukan untuk memastikan pemerintah memiliki sumber daya yang memadai dalam menghadapi kondisi darurat.

Minta Peralatan Disiapkan Sebelum Bencana

Selain anggaran, Prabowo juga menekankan pentingnya ketersediaan peralatan penanggulangan bencana di berbagai daerah.

Ia menyinggung kebutuhan terhadap sejumlah sarana, mulai dari helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran hingga ekskavator.

Peralatan tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat bergerak cepat ketika bencana melanda, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

«“Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian,” kata Prabowo.»

Prabowo menegaskan kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan menambah peralatan. Pemerintah juga harus membangun perencanaan mitigasi yang menyeluruh dan disesuaikan dengan karakteristik ancaman di masing-masing daerah.

Dengan demikian, penanganan bencana tidak semata-mata bersifat reaktif, tetapi menjadi bagian dari perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

Bukan Mencegah Bencana, tetapi Mengurangi Dampaknya

Indonesia tidak dapat mengubah posisi geografisnya di kawasan Ring of Fire. Gempa bumi dan aktivitas vulkanik juga bukan ancaman yang dapat dihentikan sepenuhnya melalui kebijakan pemerintah.

Namun, dampaknya dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan, mitigasi, sistem peringatan dini, infrastruktur yang lebih tangguh, serta ketersediaan sumber daya penanganan bencana.

Pesan Prabowo menegaskan bahwa ukuran kesiapan negara bukan hanya dilihat dari seberapa cepat pemerintah bertindak setelah bencana terjadi.

Lebih dari itu, seberapa siap negara sebelum bencana datang menjadi kunci untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan menekan kerugian yang ditimbulkan.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *