Muktamar NU Memanas, Gus Yahya Minta Pendukung Gus Yusuf Tak Terobos Sidang

Wednesday, 16 September 2026, 06:55 am

JOMBANG — Ketegangan mewarnai Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meminta massa pendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf tetap tenang dan tidak memaksakan diri masuk ke arena sidang pleno.

Imbauan tersebut disampaikan Gus Yahya setelah massa pendukung Gus Yusuf menyampaikan aspirasi terkait dinamika kepemimpinan PBNU. Ia meminta seluruh pihak menahan diri agar situasi di lokasi muktamar tidak semakin memanas dan persidangan dapat berlangsung tertib.

Gus Yahya mengatakan memahami aspirasi yang disampaikan para pendukung Gus Yusuf. Ia pun menyatakan akan berupaya mencari jalan keluar yang bijaksana, dengan tetap menghormati keputusan yang telah diambil para muktamirin.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui mekanisme organisasi dan tidak boleh mengabaikan keputusan forum muktamar.

Di sisi lain, Gus Yahya memberikan apresiasi terhadap sosok Gus Yusuf. Menurutnya, Gus Yusuf merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki NU dan memiliki kapasitas untuk terus berkhidmah bagi organisasi.

“Kalau bergantung pada keinginan saya pribadi, saya ingin semua kader terbaik NU mendapatkan kesempatan untuk berkhidmah,” ujar Gus Yahya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya meredakan ketegangan yang muncul di tengah proses Muktamar Ke-35 NU. Gus Yahya berharap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu jalannya forum.

Dinamika kepemimpinan menjadi salah satu isu penting dalam Muktamar Ke-35 NU. Sebelumnya, Sidang Pleno III menyepakati mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses organisasi dalam menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya.

Di tengah perbedaan aspirasi yang muncul, Gus Yahya menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan persatuan. Ia membuka ruang untuk mencari solusi atas persoalan yang disampaikan pendukung Gus Yusuf, namun tetap meminta seluruh pihak menghormati mekanisme dan keputusan muktamar.

Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas menjadi forum penting bagi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan sekaligus menjaga soliditas Nahdlatul Ulama di tengah dinamika internal yang berkembang.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *