NTT DIGUNCANG GEMPA M 7,7: 38 TEWAS, 5 BANDARA DAN 2 PELABUHAN TERDAMPAK

Wednesday, 16 September 2026, 06:55 am

NTT — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 15 kilometer tersebut menimbulkan korban jiwa dan mengganggu sejumlah infrastruktur serta jalur transportasi.

Hingga pukul 15.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, 11 orang luka ringan, dan sekitar 2.000 warga mengungsi.

Korban meninggal tersebar di lima wilayah. Sebanyak tiga orang tercatat meninggal di Kabupaten Sikka, 16 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, serta masing-masing satu orang di Ende dan Manggarai Barat.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan gempa turut berdampak pada fasilitas transportasi. Lima bandara dilaporkan mengalami kerusakan pada bangunan terminal, sementara landasan pacu atau runway disebut tidak terdampak.

“Dari Kementerian Perhubungan ada lima bandara yang terdampak, tetapi bukan runway-nya. Yang terdampak rusak adalah gedung terminal,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/8/2026).

Dua pelabuhan juga terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere. Pemerintah masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan pada kedua fasilitas tersebut.

Gangguan transportasi juga terjadi di jalur darat. Sejumlah ruas jalan tertutup material longsor sehingga menghambat mobilitas tim penyelamat dan distribusi bantuan. Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang tertutup longsoran.

“Jalan-jalan longsor itu oleh Kementerian PU sudah ditangani,” kata Suharyanto.

Namun, BNPB belum memastikan seluruh jalur telah kembali normal. Pemeriksaan di lapangan masih dilakukan untuk memetakan ruas jalan yang terputus dan memastikan kondisi akses menuju wilayah terdampak.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat fixed-wing guna mendukung evakuasi serta pengiriman bantuan ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Perangkat komunikasi cadangan juga disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.

Bantuan kebutuhan dasar mulai disalurkan kepada warga terdampak. Pemerintah menyiapkan makanan, air bersih, tenda, generator listrik, dan kebutuhan pokok lainnya. Sebanyak 50 ribu paket sembako juga disiapkan untuk dikirim ke wilayah terdampak.

Di Kabupaten Manggarai, dari 16 korban meninggal dunia, enam orang telah berhasil diidentifikasi, yakni Stefanus, Fabian, Neno, Resni, Manus, dan Yul. Sementara 10 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Adapun identitas 17 korban meninggal di Manggarai Timur masih dalam pendataan.

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperbarui data korban maupun kerusakan infrastruktur. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan asesmen di sejumlah wilayah terdampak.

Saat ini, fokus utama pemerintah adalah menyelamatkan korban, membuka kembali akses transportasi, memulihkan komunikasi, serta memastikan bantuan kebutuhan dasar menjangkau warga yang terdampak gempa.

Sumber: BNPB, konferensi pers Sabtu, 15 Agustus 2026.

Redaksi/ SRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *